Minggu, 14 April 2013

W. E. B. Du Bois dan Teori Ras


Meskipun W.E.B. Du Bois (1868-1963) cukup lama mengajar di jurusan sosiologi (Universitas Atlanta), dia biasanya tidak dianggap sosiolog, apalagi teoritisi. Dia lebih dikenal sebagai intelektual publik dan pendiri dan pemimpin berbagai organisasi hak-hak sipil, termasuk National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). Akan tetapi, ada sosiologi yang kuat dalam berbagai tulisannya, dan ada sejumlah ide abstrak yang dapat dipandang sebagai teori, meskipun Du Bois (seperti Marx) enggan membedakan antara teori dan praktik. Yakni, dia tak tertarik dengan teori dalam dirinya sendiri, tetapi lebih tertarik pada ide-ide abstrak demi melayani hak-hak sipil, terutama untuk orang-orang Afrika-Amerika.
Di dalam sosiologi, reputasi Du Bois sebagian besar didasarkan pada studi empirisnya, The Philadelphia Negro (1899/1996). Studi terhadap tujuh distrik di Philadelphia ini dilakukan sendiri oleh Du Bois, dan meskipun dia menggunakan berbagai metode, karya ini terkenal sebagai etnografi rintisan. Selama karirnya, Du Bois menulis banyak sekali buku, artikel dan editorial, tetapi tak banyak yang dapat disebut “teori”. Akan tetapi, ada teori di dalam karyanya, khususnya dalam
beberapa upaya otobiografisnya yang unik (yang terkenal adalah The Souls of Black Folk [Du Bois, 1903/1996]) yang membuatnya bisa mengembangkan ide-ide teoritis yang menarik dalam konteks refleksi kehidupannya sendiri. Minatnya yang paling besar adalah dalam “ide ras”, yang dianggap sebagai “pemikiran sentral dari semua sejarah” (Du Bois, 1897/1995:21), dan “garis warna” yang dia fihat bukan hanya di Amerika, tetapi di seluruh dunia. Salah satu ide teoritisnya Ting terkenal adalah veil (selubung), yang menciptakan separasi yang jelas, atau antara orang Afrika-Amerika dan kulit putih. Pencitraannya bukanlah dinding, tetapi materi yang tipis dan rapuh yang melaluinya masing-masing ras dapat melihat ras lain, tetapi, bagaimanapun juga, sekaligus memisahkan ras itu. Ide teoritis kunci lainnya adalah kesadaran ganda (double-consciousness), rerasaan akan “ke-dua-an” atau perasaan di pihak Afrika-Amerika yang melihat dan mengukur diri sendiri melalui mata orang lain. Tak ada teori masyarakat yang utuh dalam karya Du Bois, namun ada serangkaian gagasan teoritis tentang as dan relasi ras di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Dengan munculnya teori multikultural (dan feminis) di tahun-tahun belakangan ini, fokus Du Bois pada ras dan pandangannya tentang dunia dari perspektif Afrika-Amerika telah menarik banyak pengikut baru dan, yang lebih penting, menarik perhatian pemikir yang mengembangkan pemikiran, perspektif dan komitmen Du Bois.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar