Minggu, 14 April 2013

Struktur Sosial dan Kebudayaan Objektif


Simmel tidak banyak membahas tentang struktur masyarakat pada skala besar karena fokusnya adalah pada pola interaksi. Simmel tidak melihat masyarakat sebagai suatu benda atau organisme. Ia berpendapat masyarakat hanyalah nama bagi sejumlah individu yang dihubungkan oleh interaksi.
Simmel cenderung menganut pandangan interaksionis tentang masyarakat yang mana ia melihat masyarakat sebagai struktur yang independen dan memaksa. Dalam sosiologinya ia memandang masyarakat sebagai bagian dari proses perkembangan budaya obyektif yang lebih luas yang begitu mengkhawatirkannya.

Salah satu fokus perhatian Simmel adalah sisi kebudayaan realitas sosial atau yang disebutnya kebudayaan obyektif. Dalam pandangan Simmel, orang menghasilkan kebudayaan, namun oleh kemampuannya untuk membendakan realitas sosial, dunia kebudayaan dan realitas sosial kemudian mampu menghidupi dirinya sendiri. Kebudayaan obyektif tumbuh dan meluas melalui berbagai cara, antara lain dalam buku (Ritzer, 186:2010) :
1.    Ukuran mutlaknya berkembang seiring dengan meningkatnya modernisasi.
2.    Jumlah komponen ranah budaya yang berlainan pun tumbuh.
Beragam elemen dunia budaya menjadi semakin berkelindan dalam dunia mandiri yang semakin kuat dan semakin berada diluar kendali aktor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar