Minggu, 14 April 2013

Kerahasiaan - Studi Kasus Sosiologi Simmel


Pada bagian penutup ini kembali lagi pada tipe keilmuan Simmelian yang menjadi cirri khasnya. Karyanya yang membahas interaksi (kerahasiaan). Kerahasiaan di sini merupakan kondisi ketika orang menyembunyikan sesuatu dan orang lain berusaha mengungkap apa yang disembunyikan orang tersebut.
Simmel yang berangkat dari fakta dasar bahwa orang pasti mengetahui beberapa hal tentang orang lain agar bisa berinteraksi dengannya. Misalnya, kita pasti tahu dengan siapa kita berhubungan, mungkin kita banyak mengetahui tentang orang lain namun kita tidak pernah mengenal mereka seutuhnya jadi kita tidak tahu apa yang dipikirkan dan bagaimana situasi orang tersebut.
Di seluruh aspek kehidupan kita tidak hanya memperoleh kebenaran, namun juga kebodohan dan kekeliruan. Namun, didalam interaksi dengan orang lain inilah  kebodohan dan kekeliruan memperoleh karakter khasnya. Menurut Simmel kerahasiaan adalah bagian integral dari semua relasi sosial, meskipun suatu hubungan dapat rusak jika rahasia diketahui oleh irang-orang yang tidak diberitahu tentang rahasia tersebut. Namun, sebagaimana terjadi pada kasus individu, rahasia dalam masyarakat tidak bisa disembunyikan selamanya.

Kerahasiaan dan Relasi Sosial
Simmel menelaah berbagai bentuk relasi sosial dari sudut pandang pengetahuan timbal balik dan kerahasiaan. Meningkatnya objektivitas kebudayaan membawa serta kelompok kepentingan yang semakin terbatas dan jenis hubungan yang terkait dengannya. Bentuk relasi sosial misalnya, perkenalan. Kita memiliki kenalan dan mengenal kenalan kita tersebut namun kita tidak mempunyai pengetahuan yang cukup intim tentang mereka. Biasanya orang hanya mengenal orang lain dari tampilan luarnya dan berdasarkan apa yang ditunjukkan kepada kita. Jadi kerahasiaan lebih banyak terjadi antarkenalan daripada antar teman akrab.

Pemikiran lain tentang kerahasiaan
Rahasia memiliki fungsi menciptakan perasaan satu atau perasaan yang sama yang begitu kuat antarmereka yang mengetahui rahasia tersebut apalagi jika dimiliki oleh sejumlah orang.  Interaksi manusia secara umum dibangun oleh kerahasiaan dan logika lawannya, yaitu pengkhianatan (Ritzer, 199:2010). Pengkhianatan bisa berasal dari dua sumber, secara eksternal (orang lain dapat menemukan rahasia kita) dan secara internal (kemungkinan kita mengungkapkan rahasia kepada orang lain). Simmel melihat bahwa di dunia oder, urusan-urusan public, seperti yang terkait dalam politik, cenderung kehilangan kerahasiannya dan inaksesbilitasnya. Sebaliknya urusan-urusan pribadi jauh lebih rahasia dibandingkan dengan masyarakat pramodern. Jadi, karya Simmel tentang kerahasiaan menunjukkan bahwa ia memiliki orientasi teoritis yang jauh lebih elegan dan maju daripada yang biasanya dipersangkakan padanya oleh mereka yang hanya terbiasa dengan satu pemikiran tentang fenomena level mikro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar