Minggu, 28 April 2013

Masa Depan Interaksionisme Simbolis


Gary Fine (1993) menyodorkan potret menarik interaksionisme simbolik pada 1990-an. Pandangan mendasarnya adalah bahwa, berlawanan dengan pernyataan banyak pakar, interaksionisme simbolik belum sekarat, malah berubah secara dramatis di tahun-tahun belakangan ini. Ada empat term yang dapat mendeskripsikan interaksionisme simbolik. PERTAMA, interaksionisme simbolik mengalami fragmentasi besar-besaran sejak masa jayanya di Universitas Chicago pada 1920-an dan 1930-an. Sejumlah besar karya yang bervariasi sekarang termasuk dalam tajuk interaksionisme simbolik. KEDUA, interaksionisme simbolik telah mengalami ekspansi dan perluasan jauh melampaui perhatian tradisionalnya terhadap hubungan mikro (Harris, 2001). KETIGA, interaksionisme simbolik telah menggabungkan pemikiran dari berbagai perspektif teoritis lain (Feather, 2000). KEEMPAT, gagasan teoritisi interaksionisme simbolik yang belakangan telah diterima oleh para sosiolog yang semula mempunyai perspektif teoritis lain. Lebih jauh, teoritisi interaksionisme simbolik secara mendalam terlibat dalam upaya menerangkan berbagai masalah besar yang dihadapi teori sosiologi di tahun 1990-an seperti masalah mikro-makro, agen struktur dan sebagainya.
Jadi, garis yang membagi interaksionisme simbolik dan teori sosiologi lainnya telah sangat kabur (Maines, 2001). Walaupun interaksionisme simbolik akan tetap hidup, namun semakin tidak jelas apa artinya menjadi seorang teoritisi interaksionisme simbolik (juga tak jelas apa artinya menjadi teoritisi sosiologi yang lain). Fine menyatakan : Meramalkan masa depan adalah tindakan berbahaya, namun ada bukti bahwa label interaksi simbolik akan tetap ada… Tetapi, kita akan meneruskan interaksi simbolik yang makin saling berpaut, saling tukar-menukar dan saling berinteraksi. Interaksi simbolik akan berfungsi sebagai sebuah nama yang nyaman untuk masa depan, tetapi akankah ia akan berfungsi sebagai label sebuah pemikiran? (Fine, 1993:81-82).
Di semua penjelasan kita berurusan dengan sintesis tanpa henti di antara berbagai teori sosiologi. Seluruh sintesis ini menimbulkan pertanyaan lebih umum tentang apakah nama teori yang terkenal itu akan menggambarkan mode pemikiran tersendiri di masa datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar