Rabu, 03 April 2013

Sekilas tentang William Edward Burghardt Du Bois


William Edward Burghardt Du Bois dilahirkan pada 23 Februari 1868 di Great Barrington, Massachusetts (Lewis, 1993). Dibandingkan dengan mayoritas kulit hitam pada masa itu, Du Bois lebih beruntung karena dia bisa masuk ke Universitas Fisk dan kemudian meraih gelar Ph.D di Universitas Harvard dan sempat belajar di Universitas Berlin. Di Harvard dan Jerman, Du Bois berkenalan dengan beberapa pemikir besar pada masanya, termasuk filsuf William James dan Josiah Royce, dan Max Weber.
Du Bois pertama kali mengajar bahasa Yunani dan Latin di perguruan tinggi kulit hitam (Wilberforce). Dia mencatat bahwa : “Institusi itu tak punya sosiologi, meskipun saya menawarkan diri untuk mengajarkannya pada waktu senggang saya” (Du Bois, 1968:189). Pada musim gugur 1896 Du Bois pindah ke Universitas Pennsylvania sebagai asisten dosen dan melakukan riset tentang kaum kulit hitam di Philadelphia. Riset itu menghasilkan salah satu karya klasik dalam sosiologi awal, The Philadelphia Negro (1899/1996). Ketika proyek itu selesai, Du Bois pindah ke Atlanta dimana dia mengajar sosiologi dari 1997 sampai 1910 dan bertanggung jawab atas sejumlah laporan riset tentang berbagai aspek kehidupan Negro di Amerika (dia tak pernah memegang jabatan fakultas reguler di Pensylvania). Pada periode ini pula dia menulis memoir otobiografis pertama, dan terpenting, The Souls of Black Folk (1903/1996). Ini adalah karya sastra yang sangat personal yang juga memunculkan serangkaian poin teoritis umum dan banyak membantu dalam memahami kulit hitam Amerika dan relasi ras. Du Bois mempublikasikan sejumlah karya otobiografis selama hidupnya, antara lain Darkwater : Voice of Dawn : An Essay Toward an Autobiography of a Race Concept (1940/1968), danThe Autobiography of W.E.B. Du Bois : A Soliloquy on Viewing My Life from the Last Decade of Its First Century (1968). Tentang Dusk at Dawn, Du Bois mengatakan, “Aku menulis otobiografi yang tak sebanyak otobiografi konsep tentang ras, yang diuraikan, diperbesar, dan didistorsi dalam pikiran dan tindakanku.” (Du Bois bukannya seorang rendah diri dan seringkali dikritik karena egonya yang terlalu besar).
Saat di Universitas Atlanta, Du Bois semakin tenar dan aktif secara politik. Pada 1905 dia mengadakan pertemuan di dekat Buffalo, New York, yang menghasilkan Gerakan Niagara, sebuah organisasi hak-hak sipil internasional yang berkecimpung di dalam bidang seperti “abolisi semua perbedaan kasta yang didasarkan pada warna kulit dan ras” (Du Bois, 1986:249). Ini membentuk basis dari National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), yang dibentuk riset dan publikasi. Dia mendirikan majalah NAACP, the Crisis, yang memuat banyak esai tentang berbagai macam isu yang berhubungan dengan keadaan Negro di Amerika. Du Bois mengambil posisi baru ini karena posisi ini menawarkan platform untuk penyebaran ide-idenya (dialah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk opini editorial The Crisis). Selain itu, posisinya di Universitas Atlanta semakin tak bisa dipertahankan karena dia berkonflik dengan Booker T. Washington, yang telah sebagian besar pemimpin dan politisi kulit putih dianggap sebagai juru bicara untuk kulit hitam Amerika. Du Bois memandang Washington terlalu konservatif dan mau meletakkan Negro di bawah perekonomian yang didominasi kulit putih, dimana Negro hanya mendapatkan pelatihan kerja manual.
Selama setengah abad kemudian, Du Bois adalah penulis dan aktivis yang tak kenal lelah yang mewakili kasus Negro dan ras lainnya (Lewis, 2000). Dia menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan di seluruh Amerika dan dunia yang membahas soal Negro pada khususnya dan ras berwarna pada umumnya. Dia mengemukakan pendapat diberbagai isu yang mendesak pada zamannya, hampir semuanya dari sudut pandang Negro dan minoritas lainnya. Misalnya, dia punya pandangan tentang kandidat presiden Negro mana yang harus didukung, apakah Amerika harus ikut PD I dan II, dan apakah Negro harus mendukung perang dan berpartisipasi didalamnya.
Menjelang awal 1930-an, bencana Depresi mengurangi sirkulasi  The Crisis, dan Du Bois kehilangan kontrol atas pembangkang muda dalam NAACP. Dia kembali ke Universitas Atlanta dan ke lingkungan akademik, dan menulis, antara lain, Blac Reconstruction in America, 1860-1880 (1935/1998). Kedudukannya berlanjut sekitar satu dekade, dan pada 1944 Du Bois (yang berusia 76 tahun) dipaksa berhenti oleh pihak universitas. Di bawah tekanan, NAACP mengundangnya kembali sebagai tokoh ornamental, tetapi Du Bois menolak memainkan peran itu dan dipecat pada 1948. Ide-ide dan karya-karyanya semakin radikal selama dua dekade kehidupannya yng kemudian. Dia bergabung dan berpartisipasi di berbagai organisasi perdamaian dan akhirnya dituntut hukuman pada 1951 karena tak mau mendaftarkan diri sebagai agen asing dalam gerakan perdamaian.
Sejak awal Du Bois berharap pada Amerika dan, lebih khusus lagi, percaya bahwa Amerika dapat memecahkan masalah rasialnya secara damai dalam konteks masyarakat kapitalis. Tetapi, beberapa tahun kemudian dia kehilangan kepercayaannya kepada kapitalis dan kapitalisme, dan semakin mendekat pada sosialisme. Pada akhirnya pandangan semakin radikal dan bergeser ke arah komunisme. Dia sangat terkesan dengan kemajuan komunisme di Uni Soviet dan Cina. Pada akhirnya dia bergabung dengan Partai Komunis. Menjelang akhir hayatnya, Du Bois tampaknya putus asa kepada Amerika dan mengalihkan harapannya kepada Ghana di Afrika. Du Bois menjadi warga negara Ghana  dan meninggal disana pada 27 Agustus 1963, ironisnya sehari sebelum parade di Washington. Dia saat itu berusia 95 tahun.
Sementara pengakuan luas terhadap Du Bois sebagai teoritisi penting mungkin baru muncul belakangan ini, dia sudah lama berpengaruh dalam komunitas kulit hitam. Misalnya, saat Du Bois menjadi ketua dewan NAACP, Julian Bond mengatakan, “Saya pikir seusia saya, ini (potret Bond muda memegang tangan Du Bois yang ada dirumahnya) adalah pengalaman yang normal, meski Du Bois tak berada di rumah Anda, tetapi namanya selalu ada di rumah Anda, mengenalnya di rumah Anda…bercakap-cakap dengan kita” (Dikutip dalam Lemert, 2000:346).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar