Selasa, 02 April 2013

Sekilas tentang Harold Garfinkel


Seperti orang-orang yang besar di masa Perang Dunia II dan Depresi, Garfinkel menempuh studi yang berliku-liku. Garfinkel dilahirkan di Newark, New Jersey, pada 29 Oktober 1917. Ayahnya adalah pengusaha kecil yang menjual barang-barang rumah tangga untuk keluarga imigran. Ayahnya ingin Garfinkel belajar dagang, namun Garfinkel ingin masuk kuliah. Garfinkel kemudian mengikuti kemauan ayahnya, tetapi dia juga ikut kuliah di Universitas Newark. Karena kuliahnya kebanyakan diajar oleh lulusan dari Columbia, maka perkuliahan itu sangat berkualitas dan teoritis, sebab para pengajar itu kurang pengalaman praktis. Orientasi teoritis berikutnya dan orientasi spesifiknya bisa dirunut kembali ke perkuliahan ini dan khususnya pada kuliah tentang “theory accounts”. “Bagaimana” Anda membuat kolom dan angka dapat dijelaskan (kepada supervisor)?” adalah pertanyaan besar menurut Garfinkel (Rawls, 2000) yang juga penting adalah fakta bahwa Garfinkel bertemu dengan mahasiswa Yahudi lainnya di Newark yang mengambil kuliah sosiolog dan kelak menjadi ilmuan sosial.
Setelah lulus pada 1939 Garfinkel menghabiskan musim panas di kamp kerja Quaker di Georgia. Di sana dia mengetahui bahwa University of North Carolina memiliki program sosiologi yang juga diorientasikan ke tindak lanjut proyek-proyek kerja publik seperti yang dilakukan oleh Garfinkel memilih Guy Johnson sebagai penasihat tesisnya dan minat Johnson pada relasi ras membuat Garfinkel memilih tesis pembunuhan interrasial. Dia juga mengenal berbagai teori sosial, terutama karya-karya fenomenolog dan The Structure of Social Action (1937) karya Talcott Parsons. Sementara sebagian besar mahasiswa di North Carolina pada saat itu tertarik pada statistika dan “sosiologi ilmiah”, Garfinkel lebih tertarik pada teori, khususnya teori Florian Znaniecki tentang tindakan sosial dan arti penting dari sudut pandang aktor.
Garfinkel pada 1942 ikut wajib militer dan bergabung dengan angkatan udara. Dia akhirnya diberi tugas pelatihan pasukan untuk berperang dengan tank di Miami Beach. Garfinkel hanya mempunyai potret tank dari majalah Life. Tank-tank sesungguhnya semuanya dipakai bertempur. Orang yang senang dengan detail empiris konkret sebagai pengganti penjelasan teori kini mengajar pasukan riil yang akan segera terjun untuk berperang dengan tank khayalan di dalam situasi dimana hal-hal seperti kedekatan pasukan dengan tank khayalan itu bisa menentukan hidup dan mati. Dampak dari pengembangan pandangannya ini hanya dapat dilayangkan. Dia harus melatih pasukan untuk melempar granat ke trek tank-tank khayalan; menembak tank-tank khayalan. Tugas ini memberi problem baru bagi Garfinkel untuk memberikan penjelasan yang memadai tentang tindakan dan akuntabilitas yang pernah dipelajarinya di North Carolina sebagai isu teoritis. (Rawls, 2000).
Ketika perang berakhir, Garfinkel melanjutkan studi ke Harvard dan belajar kepada Talcott Parson. Sementara Parsons menekankan pentingnya kategori abstrak dan generalisasi, Garfinkel menjadi terkenal di bidang tersebut, hal ini lalu menjadi perdebatan hangat dalam sosiologi. Akan tetapi, dia segera tertarik dengan demonstrasi empiris dari arti penting orientasi empirisnya ketimbang memperdebatkannya secara abstrak. Saat masih menempuh studi di Harvard, Garfinkel mengajar selama dua tahun di Princeton, dan setelah memperoleh gelar doktornya dia pindah ke Ohio State, dimana dia mendapat tugas proyek studi kepemimpinan di penerbangan dan kapal selam. Riset itu diperpendek karena dananya dikurangi, tetapi kemudian Garfinkel bergabung dengan proyek riset juri di Wichita, Kansas. Dalam persiapan untuk pertemuan proyek pada pertemuan Ameiran Sociologial Association tahun 1954, Garfinkel memakai istilah etnometodologi untuk mendeskripsikan hal-hal yang menarik baginya tentang pertimbangan juri dan kehidupan sosial pada umumnya.
Pada musim gugur 1954 Garfinkel mendapat posisi di UCLA, posisi yang dipegangnya sampai dia pensiun pada 1987. Sejak awal dia menggunakan istilah etnometodologi dalam seminar-seminarnya. Sejumlah mahasiswa tertarik dengan pendekatan Garfinkel dan menyebarluaskannya ke seluruh Amerika Serikat dan akhirnya ke seluruh dunia. Yang paling menonjol adalah kelompok sosiolog, terutama Harvey Sacks, Emanuel Schegloff dan Gail Jefferson, yang karena terilhami oleh pendekatan Garfinkel, mengembangkan variasi etnometodologi yang terpenting analisis percakapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar