Minggu, 28 April 2013

Teori Globalisasi

Dalam perkembangan dunia ini, tidak lepas dari pengaruh globalisasi, dalam perjalannya dapat diambil beberapa teori globalisasi. Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, antara lain sebagai berikut :
1)    Para globalis percaya bahwa plobalisasi adalah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagai mana orang dan lembaga disluruh dunis berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. Meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut. Globalisasi pasif dan Optimistis menghadapai dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarkat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Globalisasi pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benardi permukaan. Beberapa dari mereka kemudian meberntuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
2)    Para Tradisonal tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau jika ada terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk semata kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan lanjutan atau evoluasi dari produksi dan perdagangan kapital.

Para Transformasionalis berada diantara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalis telah sangat berlebih-lebihan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau tidak dapat dikendalikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar