Rabu, 03 April 2013

Sekilas tentang Patricia Hill Collins


Patricia Hill Collins dilahirkan pada 1984. Menurut keterangannya sendiri dia tumbuh di keluarga pekerja kulit hitam yang suportif dan besar yang berada di lingkungan kulit hitam Philadelphia; dia pindah dari tempat yang aman ini untuk melanjutkan pendidikan untuk wanita dan kemudian dia mendapat gelar dari universitas Brandeis pada 9169, dan gelar M, A, T.di Harvard pada 1970. Selama 1970-an dia bekerja sebagai spesialis kurikulum disekolah-sekolah di Boston, Pittsburgh, Hartford, New York, dan Washington D.C. dia kembali ke Brandeis untuk mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang sosilogi, yang di raihnya pada 1984. dia menghabiskan karirnya di pendidikan tinggi di  Universitas Cincinnati dimana dia memegang dua jabatan, sebagai Charles Phelps Taft Professor of Sociology dan sebagai Professor of African-American Studies.
Collins menulis bahwa pengalaman keberhasilan pendidikannya di susupi oleh pengalaman lain sebagai orang pertama atau satu dari segelintir atau satu-satunya prempuan Afrika-Amerika dan prempuan kelas pekerja di sekolah saya, komunitas saya tempat kerja saya (1990;xi). Dalam stuasi ini dia merasa dirinya di nilai lebih rendah ketimbang orang lain dan mengetahui bahwa keberhasilan pendidikannya tampaknya memaksa dirinya menjauhkan diri dari latar belakang kelas pekerja kulit hitamnya. Ini menciptakan ketegangan yang mengakibatkannya “kehilangan suara”.
Responya terhadap ketegangan ini adalah merumuskan alternatif pemahaman tetang teori sosial dan cara alternatif untuk menyusun teori itu. Proyek ini membuatnya menemukan suara teoritis dari komunitasnya dan mendapatkan kembali suaranya sendiri dengan meletakkannya di dalam komunitas itu. Ini berpuncak pada karya Black Feminist Thought (1990) sebuah teks Landmark dalam teori feminis dan sosial yang banyak diantologisasikan dan karenanya Collins dianugerahi Jessie Bernard Award dan C. Wright Mills Award. Black Feminist Thought menyajikan teori sosial sebagai pemahaman tentang kelompok khusus, perempuan kulit hitam; untuk tujuan ini Collins mengambil dari berbagai sumber, beberapa diantaranya terkenal, dan yang lainnya tidak jelas. Yang dia sajikan adalah teori sosial berbasis komunitas yang mengartikulasikan pemahaman kelompok tersebut mengenai penindasan oleh interaksi dari ras, jender dan kelas, dan perjuangan historisnya melawan penindasan. Dalam karya ini, Collins mengungkapkan epistemologi yang berbeda, yang dengannya perempuan kulit hitam menilai kebenaran dan validitas; dia juga secara meyakinkan berargumen mendukung epistemologi pendirian feminis. Black Feminist Thought menunjukkan satu arah untuk teori sosial feminis pada khususnya dan teori sosial pada umumnya. Dalam praktik dan teori dia menyusun teori interseksionalitas, membantu mengorganisasikan seksi ASA, Race, Gender, Class; bersama Margaret Anderson mengedit koleksi esai, Race, Class and Gender (1992); dan menulis banyak artikel di berbagai jurnal.
Fighting Words : Black Woman and The Search for justice (1998) melanjutkan perjuangannya untuk mendefenisikan kembali teori sosial bukan sebagai wilayah dan praktik dari kelompok elite intelektual, tetapi sebagai pemahaman tentang dunia sosial yang dicapai kelompok sosial yang berada di dalam situasi yang berbeda-beda. Dalam proyek ini Collins mengulangi seruan empatiknya kepada para sosiolog untuk menulis dan bekerja seolah-olah teori sosial adalah bagian dari upaya kolektif dari kehidupan sosial dan untuk membuat teori sosial menjadi bermakna dan dapat diakses oleh publiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar