Rabu, 10 Oktober 2012

Perilaku Pencarian Layanan Kesehatan


Perilaku Masyarakat Berkaitan dengan Pelayanan Kesehatan 
 
   Respon terhadap kondisi sakit: 

1.   Tidak bertindak apapun (no action). Penyebab : (a). tidak mengganggu aktivitas/pekerjaan sehari-hari; (b). simptom atau gejala yang diderita akan lenyap sendiri; (c). prioritas tugas lain/ lebih penting. Kesimpulan : kesehatan bukan prioritas dalam hidup; (d). fasilitas kesehatan jauh letaknya; (e) petugas kesehatan tidak simpatik, tidak responsive dsb; (f). takut terhadap dokter; takut pergi ke rumah sakit, takut biaya tinggi dsb.

2.   Tindakan mengobati sendiri (self treatment). Alasannya; (a). lebih percaya pada diri sendiri; (b). berdasar pengalaman masa lalu.

3.   Mencari pengobatan ke fasilitas – fasilitas pengobatan  tradisional (traditional remedy). Lazimnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Pada masyarakat yang masih sederhana masalah sehat-sakit masih berkait dengan soal budaya dibandingkan dengan gangguan fisik. Upaya pencarian pengobatan  juga lebih berorientasi pada sosial budaya. Peran dukun lebih dominan dibanding dokter, mantri, bidan dan sebagainya.

4.   Mengandalkan chemist shop atau kios penyedia obat, termasuk ke tukang jamu. Sejauh ini control terhadap obat yang bebas dijual belum efektif.

5.   Mencari fasilitas – fasilitas pengobatan modern yang diadakan oleh pemerintah atau lembaga kesehatan swasta.

6.   Mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan modern yang diselenggarakan oleh dokter praktek (private medicine).

B. Kategori Pelayanan Kesehatan

1.   Kategori yang berorientasi pada public (Masyarakat)
2.   Kategori yang berorientasi pada perorangan (Pribadi)

Ad. 1. Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam ketogori publik :  
          sanitasi, imunisasi; kebersihan air; perlindungan kualitas  
          udara dsb.

Ad. 2. Pelayanan kesehatan langsung diberikan kepada pribadi  
          (individual consumer)

C. Model-Model Penggunaan Pelayanan Kesehatan

1.   Model Demografi (Kependudukan)
Menurut model ini penggunaan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada usia, jenis kelamin, status perkawinan, besarnya keluarga dan sebagainya. Derajat kesehatan dan morbidity serta pemanfaatan kesehatan sangat tergantung pada variable demografis.

2. Model Struktur Sosial (Social Structural Model)

Dalam model ini  faktor pendidikan dan pekerjaan, gaya hidup serta kedudukan sosial individu dalam masyarakat  memberikan pengaruh terhadap pola pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penggunaan pelayanan kesehatan dipandang sebagai bagian dari life style.

3.Model  Sosial Psikologis (Psychological Models)

Model ini mengedepankan variable sosio psikologis yang terdiri dari: (a). pengertian kerentanan terhadap penyakit; (b). Pemahaman secara keseluruhan tentang penyakit;(c). keuntungan yang diharapkan dari pengambilan tindakan dalam menghadapi penyakit dan (d). kesiapan tindakan individu

4. Model sumber keluarga ( family resources models).
Dalam model ini variable pendapatan keluarga, cakupan asuransi keluarga dan pihak yang membiayai pelayanan kesehatan keluarga. Model sumber keluarga menekankan pada kesanggupan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi anggotanya.

5. Model Sumber Daya Masyarakat

Model ini memfokuskan perhatian pada penyediaan pelayanan kesehatan dan sumber-sumber dalam masyarakat. Model sumber daya masyarakat memindahkan pelayanan pada tingkat individu atau keluarga pada tingkat masyarakat.

6. Model Organisasi (organization model)

Model ini variable yang diperhatikan adalah pencerminan perbedaan bentuk-bentuk system pelayanan kesehatan. Variabel yang digunakan meliputi;
(a). Gaya (style) praktek pengobatan (sendiri, rekanan atau  
       kelompok)
(b). Sifat (nature) dari pelayanan (membayar langsung atau tidak)
(c). Letak pelayanan (tempat pribadi, rumah sakit, klinik)
(d). Petugas kesehatan yang pertama kali kontak dengan pasien  
      (dokter, perawat, dsb)

7.Model system kesehatan

Keenam kategori model penggunaan pelayanan fasilitas kesehatan tidak begitu terpisah, artinya model system kesehatan mengintegrasikan keenam model terdahulu. Oleh sebab itu factor demografi, cirri-ciri struktur sosial, sikap dan keyakinan individu atau keluarga, sumber-sumber dalam masyarakat dan organisasi pelayanan kesehatan digunakan secara bersama dengan factor yang berhubungan dengan kebijakan dan struktur ekonomi masyarakat yang lebih luas (Negara).

Tujuan Penggunaan Model Pelayanan Kesehatan
Model Pelayanan Kesehatan dapat membantu atau memenuhi beberapa kepentingan berikut:

1.   Faktor penentu penggunaan layanan kesehatan
2.   Melakukan peramalan kebutuhan masa depan layanan kesehatan
3.   Menentukan ada/tidaknya pelayanan yang bersifat berat sebelah (diskriminatif)
4.   Memberikan kontribusi kebijakan untuk melakukan perubahan yang diinginkan
5.   Menilai pengaruh pembentukan program pemeliharaan/ perawatan kesehatan yang baru.


D. Pemilihan Tempat Berobat

Menurut Young (1980) untuk memilih tempat berobat ditentukan oleh 4 hal antara lain;

1.   Daya tarik (gravity) yakni tingkat keparahan yang dirasakan oleh kelompok referensi individu.
2.   Pengetahuan tentang cara penyembuhan yang popular.
3.   Kepercayaan (faith) yakni kepercayaan individu terhadap keberhasilan dari berbagai pilihan pengobatan .
Kemudahan (accessibility) meliputi; biaya, tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar