Rabu, 10 Oktober 2012

Konsep Perilaku Kesehatan


1. Konsep Perilaku

Ø  Perilaku (dalam tinjauan biologis) :  Suatu kegiatan/ aktivitas organisme (makhluk hidup) 

Ø  Perilaku manusia : tindakan atau aktivitas manusia. (contoh; berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya.

Ø  Perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak dapat diamati oleh pihak luar.

Ø  Menurut Skinner (dikutip dari Notoatmodjo : 2003), seorang ahli psikologi  ( S – O – R )
      Perilaku : adalah respons atau reaksi terhadap stimulus (rangsangan  dari  
      luar).

Ø  Jadi perilaku muncul melalui proses adanya stimulus terhadap organisme,  yang kemudian merespon stimulus tersebut.
Ø  Skinner membedakan ada 2 jenis respon yaitu;

(a). Respondent respons atau reflexive : respon akibat rangsangan (stimulus) tertentu atau eliciting stimulation yang menimbulkan respon relative tetap.

(b). Operants respons atau instrumental respons : respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Perangsang ini disebut reinforcing stimulation atau reinforcer karena memperkuat respon.

Apabila ditinjau menurut bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dibedakan menjadi 2 yaitu :

(a). Perilaku tertutup (covert behavior atau unobservable behavior)
Yaitu : respon terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Respons atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/ kesadaran  dan sikap.

(b). Perilaku terbuka (overt behavior)
Yaitu : Respon terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata (terbuka).
Respon terhadap stimulus bersifat jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice) dan dengan mudah dapat diamati atau dilihat orang.

Sebagian besar perilaku manusia adalah operant response. Untuk membentuk jenis respon atau perilaku perlu diciptakan adanya suatu kondisi yang disebut operant conditioning.
Menurut Skinner prosedur pembentukan perilaku dalam operant conditioning antara lain:

(a).  Melakukan identifikasi tentang hal yang dapat menjadi penguat (reinforcer) seperti; reward bagi perilaku yang mau dibentuk

(b). Menganalisis dan mengidentifikasi komponen-komponen kecil yang membentuk perilaku dan disusun menurut urutan yang tepat untuk membentuk perilaku

(c). Menggunakan secara urut komponen sebagai tujuan sementara dan mengidentifikasi reinforcer untu tiap komponen.

(d). Melakukan pembentukan perilaku dengan menggunakan urutan komponen yang telah tersusun. Jika komponen pertama telah dilakukan maka reward diberikan agar komponen berikutnya dilakukan, demikian seterusnya.

Contoh : membangun kebiasaan menggosok gigi bagi anak sebelum tidur.

Teori Skinner ini sangat popular di Amerika Serikat dan beberapa konsep seperti; behavior control, behavior teraphy dan behavior modification yang berkembang dewasa ini juga bersumber dari teori Skinner.


2. Perilaku Kesehatan

Yaitu : respon seseorang (organisme) terhadap stimulus atau obyek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan, minuman serta lingkungan.
Dari batasan ini perilaku kesehatan diklasifikasikan menjadi 3 kelompok :

(a). Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance)
Yakni: perilaku atau usaha seseorang untuk memelihara dan menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha penyembuhan jika sakit.
Perilaku pemeliharaan kesehatan meliputi 3 aspek yaitu :

i).perilaku pencegahan penyakit dan penyembuhan jika sakit serta pemulihan kesehatan bila telah sembuh dari penyakit

ii) Perilaku peningkatan kesehatan. Kesehatan sangat dinamis dan relative, sehingga orang sehat juga perlu diupayakan supaya mencapai tingkat kesehatan seoptimal mungkin.  

iii). Perilaku gizi (makanan) dan minuman.
Pola perilaku dalam mengkonsumsi makanan dan minuman dapat menyehatkan tetapi juga bisa justru menimbulkan penyakit.

b). Perilaku pencarian dan penggunaan system / fasilitas pelayanan kesehatan atau perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior)

Yaitu : upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku yang ditampakkan mulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai dengan mencari pengobatan ke luar negeri.

c). Perilaku Kesehatan lingkungan
Yaitu : bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik fisik maupun sosial budaya agar lingkungan tidak mempengaruhi kesehatannya. Perilaku kesehatan lingkungan memfokuskan pada perilaku mengelola lingkungan sehingga tidak mengganggu kesehatannya sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Sementara itu Becker (1979) membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan meliputi:
a). Perilaku hidup sehat, yaitu perilaku yang berkaitan dengan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup:
i). mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang (appropriate diet).
ii). Olahraga teratur
iii). Tidak merokok
iv). Tidak mengkonsumsi minuman keras dan narkoba
v). istirahat cukup
vi). Mampu mengendalikan stress
vii). Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan.

b). Perilaku sakit (illness behavior)
Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit, persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang penyebab dan gejala sakit, pengobatan penyakit dan sebagainya.

c). Perilaku peran sakit (the sick role behavior)

            Pasien (orang sakit) sebenarnya memiliki peran yang mencakup hak-hak orang sakit (right) dan kewajiban sebagai orang sakit (obligation). Hak dan kewajiban ini harus diketahui oleh si sakit maupun orang lain (terutama keluarga). Perilaku peran sakit meliputi :

i).  tindakan untuk memperoleh kesembuhan
ii). mengetahui fasilitas atau sarana pelayanan kesehatan atau tempat  
     penyembuhan penyakit yang layak
iii).Mengetahui hak (contoh : hak memperoleh perawatan; memperoleh  
     pelayanan dsb)
iv). Mengetahui kewajiban orang sakit (contoh: memberitahukan penyakitnya kepada orang lain terutama dokter/ petugas kesehatan, tidak menularkan penyakit pada orang lain dsb).

3. Domain Perilaku

Meskipun stimulus sama tetapi respons atau reakasi yang ditunjukkan oleh seseorang sangat beragam tergantung pada karakteristik dan faktor lain. Faktor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut : determinan perilaku.

Determinan perilaku :

i). faktor internal yaitu karakteristik seseorang yang bersifat given atau bawaan seperti; tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin dan sebagainya.
ii). Faktor eksternal yaitu lingkungan baik fisik, sosial, budaya, politik dan sebagainya. Faktor ini sering dinilai dominant berpengaruh terhadap perilaku

Resume : perilaku merupakan totalitas penghayatan dan aktivitas seseorang yang merupakan hasil bersama atau resultante antara berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Dengan kata lain perilaku manusia sangat kompleks dan memiliki bentangan yang luas.

Menurut Benyamin Bloom, seorang ahli psikologi pendidikan, mengungkapkan bahwa perilaku manusia meliputi 3 domain, ranah atau kawasan yaitu; (i). kognitif; (ii). Afektif dan iii) psikomotorik. Dalam perkembangannya teori Bloom ini dimodifikasi untuk untuk mengukur hasil pendidikan kesehatan sebagai berikut:

A). Pengetahuan (knowledge)

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi ketika seseorang telah melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera yang meliputi; indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

Pengetahuan merupakan domain penting dalam membentuk tindakan seseorang.

  1. Proses Adopsi Perilaku

Berdasarkan pengalaman dan hasil riset terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
Penelitian Rogers mengungkapkan bahwa sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru atau berperilaku baru dalam diri terjadi proses berurutan sebagai berikut :
i). Awareness (kesadaran)
ii). Interest yakni orang mulai tertarik terhadap stimulus
iii). Evaluation (menilai)
iv). Trial, orang mencoba dengan berperilaku baru
v). Adoption, subyek berperilaku sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

Perilaku akan bersifat langgeng (long lasting) jika melalui proses sebagaimana terurai diatas. Sebaliknya perilaku tak akan langgeng jika tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran.

  1. Tingkat Pengetahuan di Dalam Domain Kognitif

Pengetahuan yang tercakup dalam ranah kognitif memiliki 6 tingkatan :

i). Tahu (know)  berarti mengingat kembali materi yang pernah dipelajari
Termasuk tingkat recall. Kata khas untuk tingkatan ini : menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.

ii). Memahami (comprehension)
Diartikan sebagai kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi. Memahami berarti orang dapar menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulka, meramalkan dan sebagainya.

iii). Aplikasi (application)
Berarti kemampuan untuk menerapkan atau menggunakan metode, rumus, prinsip.

iv). Analisis (analysis)

Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen yang saling berkaitan. Aktivitas analisis : dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisakhan, mengelompokkan dan sebagainya.

v). Sinstesis (synthesis)
Berarti kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Atau kemampuan menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. Misalnya; dapat menyusun, merencanakan, dapat meringkaskan, dapat menyesuaikan dsb terhadap suatu teori atau rumusan yang telah ada.

vi). Evaluasi (evaluation)

Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap materi atau obyek.
Penilaian dapat didasarkan pada criteria yang telah ada atau ditentukan sendiri. Misalnya: dapat membandingkan anakn yang kurang gizi dan cukup gizi,menanggapi terjadinya diare, menafsirkan ibu-ibu yang tidak mau ikut KB dsb.


B. Sikap (attitude)

            Sikap merupakan reaksi atau respon terhadap stimulus yang masih bersifat tertutup. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek di lingkungan tertentu sebagai akibat penghayatan terhadap obyek.

Ø  Komponen Pokok Sikap :

Menurut Alport sikap memiliki 3 komponen :

i). Kepercayaan (keyakinan), ide, dan konsep terhadap suatu obyek
ii). Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap obyek
iii). Kecenderungan  untuk bertindak (tend to behave)

Ketiga komponen secara bersama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam hal ini pengetahuan, pikiran dan emosi memegang peranan penting.

Ø  Tingkatan Sikap :

i). Menerima  (receiving)
Artinya subyek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan.

ii). Merespon (responding)
Artinya memberikan jawaban bila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

iii). Menghargai (valuing)

Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan masalah.

iv). Bertanggung jawab (responsible)

Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilih dengan segala resiko, merupakan sikap yang paling tinggi.
  

C. Praktek atau Tindakan (Practice)

Sikap belum tentu terwujud dalam tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkannya diperlukan adanya kondisi lain atau fasilitas.
Praktek memiliki beberapa tingkatan :

i). Persepsi (perception)
Mengenal dan memilih berbagai obyek berkaitan dengan tindakan yang akan diambil merupakan prakterk tingkat pertama.

ii). Respons terpimpin (guided response)
Artinya dapat melakukan tindakan sesuai urutan yang benar

iii). Mekanisme  (mechanism)
Jika seseorang telah melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis akan menjadi kebiasaan.

iv). Adopsi (adoption)

Adopsi adalah tindakan yang telah berkembang dengan baik dan mampu memodifikasi tindakan tanpa mengurangi kebenaran tindakan.

4. Adopsi Perilaku dan Indikatornya

Ø  Adopsi perilaku dapat dilakukan melalui 3 tahap :

i). Pengetahuan
Indikator yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan meliputi:

a). pengetahuan tentang sakit dan penyakit meliputi;
- penyebab penyakit
- gejala atau tanda-tanda penyakit
- cara pengobatan dan tempat mencari pengobatan
- cara penularannya
- cara pencegahan termasuk imunisasi dsb

b). pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup sehat, meliputi;
- jenis makanan bergizi
- manfaat makanan yang bergizi bagi kesehatan
- pentingnya olah raga untuk kesehatan
- penyakit atau bahaya merokok, minum-minuman keras, narkoba dsb.
- pentingnya istirahat yang cukup, rekreasi, dsb

c). pengetahuan tentang kesehatan lingkungan
- manfaat air bersih
- cara pembuangan limbah yang sehat termasuk pembuangan sampah
- manfaat pencahayaan dan penerangan rumah sehat
- akibat polusi (air, udara, dan tanah) bagvi kesehatan dsb.

ii). Sikap
Artinya penilaian (bisa berupa pendapat) terhadap stimulus atau obyek (masalah kesehatan, termasuk penyakit). Sikap dalam masalah kesehatan meliputi;

a). Sikap terhadap sakit dan penyakit, menyangkut penilaian terhadap;
- gejala atau tanda-tanda penyaki
- penyebab penyakit
- cara penularab penyakit
- cara pencegahan dsb

b). Sikap berkaitan dengan cara pemeliharaan dan cara hidup sehat
Yaitu penilaian atau pendapat seseorang terhadap cara memelihara dan cara berperilaku hidup sehat.
- penilaian tentang makanan dan minuman
- olah raga
- rekreasi dan istirahat cukup

c). Sikap terhadap kesehatan lingkungan
Meliputi penilaian atau pendapat tentang air bersih, pembuangan limbah, polusi dsb.

iii). Praktek (tindakan)
Perilaku atau praktek kesehatan meliputi;

a). tindakan sehubungan dengan penyakit, meliputi;
- pencegahan penyakit, mengimunisasikan anaknya, melakukan pengurasan bak 
  mandi, menggunakan masker waktu kerja dsb
- penyembuhan penyakit seperti; minum obat sesuai petunjuk dokter, melakukan 
  anjuran dokter, berobat ke puskesmas dsb.

b). Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan

Tindakan ini mencakup;
- mengkonsumsi makanan yang bergizi
- melakukan olah raga teratur
- tidak merokok
- tidak mengkonsumsi minuman keras dan narkoba dsb.

c). Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan
Perilaku ini meliputi;
- membuang air besar di jamban
- membuang sampah di tempat sampah
- menggunakan air bersih untuk MCK dsb.


Perilaku Kesehatan terdiri dari 4 dimensi/ aktivitas  (menurut Alonso: 1993):

  1. Prevention. Tujuan : meminimalisir resiko terkena penyakit, sakit atau kecelakaan. 
  2. Detection, aktivitas mendeteksi penyakit sebelum symptom muncul termasuk pemeriksanaan medis
  3. Promotion, upaya mendorong dan mempersuasi individu untuk meningkatkan status kesehatan
Protection, kegiatan protective dilakukan lebih pada tingkat masyarakat daripada individu. Termasuik upaya yang membuat lingkungan sehat. Dalam hal ini perlu monitoring lingkungan fisik dan sosial; infrastruktur, system transportasi, ketersediaan makanan, udara, dan air, tempat kerja dan kebijakan pembangunan sosial ekonomi untuk mendukung  upaya peningkatan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar