Jumat, 19 Oktober 2012

Indept Interview Tipologi Sosial

Nama                         : Faisal Ahmad Fani
NIM                             : 071114004
Topik                          : Tokoh Wanita
Nama Responden   : Puntarsih

Menjelang maghrib saya mendatangi rumah Ibu Puntarsih di dusun Sumberjo RT III/RW I desa Sumberjo, kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang. Kebetulan jarak rumah dengan Balai Desa yang ditempati oleh kelompok lima tidak jauh, mungkin sekitar lima ratus meter atau perjalanan kurang lebih sepuluh menit saya sudah sampai rumah beliau. Rumahnya lumayan luas dan besar dengan gaya arsitektur khas rumah di desa, bahkan di depan rumah Ibu Puntarsih terdapat sebuah warung yang juga dijadikan sebagai salah satu mata pencaharian keluarga Ibu Puntarsih ini. Beliau sangat ramah dalam menyambut kehadiran saya, secangkir kopi dan aneka makanan ringan menjadi pelengkap di meja ruang tamu. Kebetulan pada waktu itu Bapak atau suami dari Ibu Puntarsih sedang keluar, karena ada urusan dirumah warga. Tanpa berlama-lama saya langsung menjelaskan maksud dan tujuan saya berkunjung di kediaman Ibu Puntarsih, dan beliau pun langsung paham serta secara kooperatif menjawab berbagai pertanyaan yang saya ajukan. Saya juga patut bersyukur karena Ibu Puntarsih sangat fasih berbahasa Indonesia, meskipun kadang-kadang ada campuran bahasa Jawa sedikit-sedikit. Ibu Puntarsih sendiri pun sangat antusias dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan, dengan jawaban-jawaban yang cukup masuk akal dengan wajah serius namun juga kadang-kadang tersenyum bahkan tertawa.
Sosok tokoh wanita yang disegani oleh warganya di desa Sumberjo, kecamatan Wonosalam salah satunya adalah Ibu Puntarsih. Beliau merupakan Bu RT III/RW I desa Sumberjo. Wanita kelahiran 10 Juli 1959 merupakan warga asli Jombang, sehari-hari diluar pekerjaannya sebagai Bu RT beliau bekerja sebagai pedagang di warung depan rumahnya serta sambil membantu suaminya menggarap sawah milik sendiri. Beliau menjabat sebagai Bu RT sejak tahun 1986, atau selama tiga kali periode pergantian Kepala Desa. Istri dari bapak Sadimin ini memiliki dua orang anak serta dua orang cucu. Anak yang pertama bernama Eni Sri Harini, sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang sekarang tinggal bersama suaminya di Sidoarjo. Sedangkan anak yang kedua bernama Alexandras Candra, sekarang bekerja disalah satu pabrik di Ponorogo.
Sudah 26 tahun ibu dua anak ini menjadi Bu RT, banyak pengalaman-pengalaman baik yang manis ataupun bahkan yang pahit pula. Menurut Ibu Puntarsih, menjalankan amanah dari warga adalah sebuah kepercayaan dan itu menjadi tanggung jawab baginya dimata warga desa Sumberjo. Sejak ayah Ibu Puntarsih diangkat menjadi Kepala Desa (Lurah), beliau sudah menjadi Bendahara Desa. Oleh karena itu, sudah banyak pengalaman yang Ibu Puntarsih dapatkan hingga sekarang ini. Namun istri dari Bapak Sadimin ini menganggap apa yang telah dilakukan dan dikerjakan merupakan sebuah pengabdian, meskipun tanpa adanya suatu imbalan. Kegiatan yang biasa dilakukan Ibu Puntarsih bersama warga antara lain Yasinan setiap hari kamis malam jum’at, Pengajian pada hari jum’at siang, dan Tiba’an. Selain menjadi Bu RT, sehari-hari Ibu Puntarsih ikut membantu Bapak Sadimin mengurusi sawah miliknya. Setelah pulang dari sawah, Ibu Puntarsih langsung berjualan di warung depan rumahnya. Meskipun setiap harinya dilalui dengan bekerja dan bekerja, namun Ibu Puntarsih tak pernah mengeluh karena beliau menganggap ini adalah takdir Allah SWT. Menurut Ibu Puntarsih, selagi ada kesempatan untuk melakukan pekerjaan maka jalanilah dengan penuh rasa syukur. Di sawah seluas kurang lebih 1 Hektar Ibu Puntarsih dan pak Sadimin lah yang mengurusi, meskipun kadang juga anak keduanya turut membantu saat libur kerja. Hasil panen padi sangat digantungkan keluarga Ibu Puntarsih guna untuk kehidupan sehari-hari dan modal di warung serta tabungan untuk masa depan.
Meskipun Ibu Puntarsih hanya lulusan SD, namun keteladannya patut kita contoh. Motivasi ibu dua anak ini adalah bisa bermanfaat untuk orang lain. Harapanya pada warga desa Sumberjo yang menurutnya sudah damai dan tentram, agar selalu menjaga hal tersebut dan semua warga menjadi rukun. Demikian hasil wawancara Ibu Puntarsih salah satu tokoh wanita desa Sumberjo, semoga bermanfaat.


Daftar Percakapan

X= FAISAL
Y=RESPONDEN

Hari Sabtu, 26Mei 2012

Menjelang maghrib saya mendatangi rumah Ibu Puntarsih di desa Sumberjo.Rumahnya lumayan luas dengan warung yang dipenuhi pengunjung didepannya.

X: Assalamualaikum.. (mengetuk pintu)
Y: Waalaikumsalam, siapa ya? (membuka pintu)
X: Ini ibunama saya Ega, saya dari Universitas Airlangga Surabaya mau meneliti tentang Tokoh Wanita di desa Sumberjo sini (sambil bersalaman)
Y: Ooo.. KKN ya mas? Ayo masuk sini saya baru selesai sholat ini. Apa ini yang mau ditanyakan?
X:Ini lo Bu saya mau tanya-tanya lebih dalam tentang profesi Ibu yang sekarang ini ya sekalian lebih dalam tentang kehidupan Ibu.
Y: Ooo.. darimana dulu ini ceritanya?
X: BuPuntarsih permisi mau tanya umurnya
Y: Saya umurnya 53 tahun mas,,
X:Anaknya berapa Bu?
Y:Anak saya dua yang perempuan satu yang laki-laki satu. Suami saya juga satu lo mas.. (sambil tertawa)
X:Kalo nama anak sama istrinya pak?
Y:Suami saya Sadimin, anak saya yang perempuan Eni Sri Harini, yang laki-laki Alexandras Candra. Yang perempuan sudah nikah, yang kedua sekarang bekerja di Ponorogo.
X:Suamiibu umurnya berapa?
Y:55 tahun mas.
X: Mulai dari kapan bu profesi Ibu RT?
Y: Dulu saya awalnya ikut-ikutan sama Ayah saya, karena dulu Ayah saya itu Kepala Desa disini..
X: Setelah itu?
Y: Sejak tahun 1986 saya sudah dipercaya warga jadi Bu RT hingga sampai sekarang, pada waktu dulu Ayah saya jadi Lurah saya pun jadi Bendahara Desa..
X: Apa ibu gak pengen jadi Lurah?
Y: Iya pengen mas, tapi kan terbentur syarat. Wong ibu ini kan cuma lulusan SD.. (sambil tertawa)
X: Berapa bayaran yang ibu terima selama menjadi Bu RT?
Y: Ya gak ada lo mas, wong ini kan Cuma pengabdian saja..
X: Kenapa ibu mau?
Y: Ya dijalani saja, lagian amanah dari warga sekitar
X: Waktu menjabat sebagai Bu RT, apa ada kesulitan yang ibu alami?
Y:Ada juga mas.
X:Seperti apa bu?
Y: Kadang kalo ada warga yg pengen buat KTP, minta surat tembusan dari RT seenaknya sendiri. Semua pengen yang cepat, saya cuma bisa maklum saja kan mungkin kebutuhan warga itu sendiri. Saya akan lakukan sebisanya saja mas.
X: Oiya bu, apa pekerjaan ibu sehari-hari diluar sebagai Bu RT?
Y: Kadang bantu bapak di sawah sama jualan di warung depan rumah ini mas.
X: Bagaimana ibu membagi waktunya?
Y: Pagi sampai sore bantu bapak nggarap sawah, kalo malamnya jualan di warung mas.
X: Rumah ibu ini milik sendiri?
Y: Milik sendiri mas.
X: Kenapa ibu milih menjadi Bu RT?
Y: Ya mungkin bawaan dari ayah saya, kan dulu ayah saya lurah di desa ini.
X: Enaknya jadi Bu RT apa ya bu?
Y: Kita bisa saling mengenal warga sekitar, tolong-menolong, pokoknya dijalani saja mas (sambil tertawa).
X: Apa saja kegiatan yang biasa ibu lakukan bersama warga?
Y: Biasanya ada Yasinan setiap hari kamis malam jum’at, Pengajian pada hari jum’at siang, dan Tiba’an.
X: Siapa saja yang ikut bu?
Y: Biasanya ya ibu-ibu mas, kadang ada juga anak-anak dan bapak-bapak yang ikut.
X: Dana kegiatan tersebut didapat dari mana ya bu?
Y: Umumnya iuran dari warga sekitar, kadang juga ada bantuan dari Pak Lurah.
X: Iuran atau bantuan dari warga itu dalam bentuk apa bu?
Y: Kalo iuran ya bentuk uang mas, biasanya seminggu sekali kita mintai iuran. Kalo bantuan ya dalam bentuk barang maupun makanan, kadang juga ngasih uang mas.
X: Berapa besaran uang iuran tiap minggunya?
Y:Ya palingan ada dua ribu rupiah mas.
X:Apa cukup bu?
Y:Cukup gak cukup ya dijalani saja, wong demi kebaikan kan mas. Semua pasti ada jalan keluarnya.
X:Menurut ibu desa ini aman kah?
Y:Selama ibu dari kecil sampai sekarang tinggal di desa ini, jarang sekali ada pencurian atau hal-hal lain yang menyimpang dari agama. Mungkin pernah ada tindak kriminal pencurian, namun itu bukan warga asli daerah sini dan langsung kita laporkan kepada pihak yang berwajib.
X: Berarti warga disini baik-baik ya bu?
Y: Mungkin saja mas, kalo semua baik-baik ibu kan kerjanya jadi enak (sambil tertawa).
X: Ibu punya sawah kan?
Y:Ya mas, itu warisan dari Bapak saya.
X:Berapa bu luasnya?
Y: Sekitar 1 hektaran mas.
X: Ditanami apa saja bu biasanya?
Y:Cuma padi saja mas.
X:Kira-kira berapa ton bu yang didapat seriap kali panen?
Y:Alhamdulillah, rata-rata sekitar 3 ton sekali panen.
X:Uang hasil panen biasa ibu gunakan untuk apa saja?
Y:Ya untuk kehidupan sehari-hari mas, mungkin sisanya untuk jualan di warung sama ditabung.
X:Ya sudah bu, terima kasih untuk waktunya. Mohon maaf menganggu waktu istirahatnya dan salam ke Bapak ya bu?
Y:Sama-sama mas, insyallah nanti ibu sampaikan.
X: Mari bu, Assalamu’alaikum.
Y:Wa’alaikumsalam.

Akhirnya selesai juga, setelah kurang lebih selama satu jam wawancara. Saya langsung kembali menuju Balai Desa Sumberjo, dan memulai aktivitas selanjutnya. Sekian...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar