Rabu, 10 Oktober 2012

Klasifikasi Kota


Yang dimaksud dengan klasifikasi dalam uraian di sini adalah, usaha untuk menggolong-golongkan kota-kota tertentu atas dasar karakteristiknya. Karakteristik kota sendiri mempunyai realisasi yang bermacam-macam. Hal ini tergantung dari sudut mana atau dengan kaca mata apa seseorang memandang. Kota sebagai pusat kegiatan politik, ekonomi, sosial dan kultural, dengan sendirinya juga mempunyai warna tertentu atas kegiatan-kegiatan tersebut.  Hanya saja, suatu penonjolan kegiatan atau warna tertentu seringkali terlihat jelas.

Hal ini banyak berkaitan dengan latar belakang sejarah terjadinya kota tersebut, latar belakang sosial, ekonomi, politik, kultural dan fisikal keruangannya. Suatu daerah tertentu yang terkenal dengan obyek budayanya dan nilai historikal yang tinggi, akan mampu berkembang menjadi suatu kota. Hal ini banyak berkaitan dengan jumlah pengunjung, kebutuhan-kebutuhan tertentu, timbulnya fasilitas-fasilitas untuk pemenuhan kebutuhan tersebut serta latar belakang fisikal keruangan yang ada di sekitar daerah bersangkutan. Apabila di kemudian hari, kegiatan budaya atau yang berkaitan dengan hal tersebut ternyata mendominasi kegiatan kehidupan kotanya, maka fungsi pusat kebudayaanlah yang akan mewarnai kehidupan kota tersebut. Berkaitan dengan fungsi kota ini, satu hal yang perlu diperhatikan adalah, adanya suatu kenyataan bahwa makin besar suatu kota, akan makin kaburlah karakteristik utama yang ada ditinjau dari segi fungsinya.

Usaha klasifikasi ditekankan pada macam karakteristik saja yaitu, klasifikasi kota ditinjau dari segi fungsinya, klasifikasi kota ditinjau dari segi fisikalnya, klasifikasi kota ditinjau dari segi tingkat pertumbuhannya, dan klasifikasi kota ditinjau dari segi hirarkhinya. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, ke empat macam karakteristik kota tersebut paling banyak bertautan dengan upaya-upaya perencanaan dan pengembangan wilayah. Di samping itu, perlu ditekankan di sini bahwa, uraian tentang klasifikasi kota dititikberatkan pada tinjauan makro. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa, kota sebagai tempat tinggal penduduk dapat disoroti dari tinjauan makro maupun mikro. Tinjauan makro, melihat eksistensi pemukiman kota sebagai satu kesatuan utuh, sedangkan tinjauan mikro melihat pemukiman kota sebagai salah satu elemen pemukiman.


KLASIFIKASI KOTA berdasar KARAKTERISTIK FUNGSINYA
Dalam hal ini, klasifikasi kota berkaitan dengan fungsi suatu kota yang dianggap dominan dan dapat dikatakan menonjol. Seperti diketahui bahwa, adanya latar belakang geografis daripada suatu kota, akan memberi corak yang khas mengenai kehidupan kota. Dalam perkembangan kehidupannya, suatu kota dapat saja mengalami perubahan fungsi dari suatu fungsi tertentu menjadi fungsi yang lain. Adanya perubahan-perubahan fungsi tersebut, sejalan dengan makin majunya fasilitas-fasilitas perkotaan yang ada, di mana kemajuan teknologi merupakan faktor yang berpengaruh dengan kuat. Refleksi atas kenyataan ini, terlihat dalam bentuk makin majunya teknik di bidang komunikasi dan transportasi, pengolahan sumber daya alam dari daerah ”peripheral” – nya.

Suatu hal yang tidak dapat disangkal lagi yaitu, adanya kenyataan bahwa masing-masing kota mempunyai potensi dan penonjolan fungsi-fungsi yang berbeda-beda. Hal ini lebih banyak bersangkut paut dengan latar belakang historikal, kultural, fisikal, kemasyarakatan, ekonomi, dan lain-lainnya yang saling berkaitan dan secara bersama-sama memberi warna tertentu terhadap suatu kota tertentu. Masing-masing kota, mempunyai kondisi latar belakang hal-hal tersebut di atas yang satu sama lain tidak sama. Namun demikian, perlu disadari bahwa dalam kehidupan modern, suatu kota yang mempunyai tipe yang betul-betul murni, dalam artian hanya mempunyai tipe tunggal, tidaklah ada. Usaha klasifikasi yang dijalankan tidak lebih merupakan usaha yang bersifat sugestif saja, di mana fungsi yang bersifat atau dianggap paling menonjol di antara kegiatan-kegiatan yang ada, digunakan sebagai dasar.
Klasifikasi kota berdasarkan karakteristik fungsinya, terbagi dalam :
1. Klasifikasi menurut Gist, N. P & Halbert, L. A.
2. Klasifikasi menurut Hudson, F. S.
3. Klasifikasi menurut Harris, Chauncy D.


KLASIFIKASI KOTA berdasar KARAKTERISTIK FISIKAL
Pandangan ini, menekankan pada eksistensi kota dalam kaitannya dengan latar belakang fisikalnya. Unsur fisikal yang ditonjolkan, pada umumnya adalah keadaan topografinya. Klasifikasi ini terbagi dalam :
1. Klasifikasi menurut Taylor, Griffith.
2. Klasifikasi menurut Hadi Sabari Yunus.
3. Klasifikasi menurut Nelson, R. L.


KLASIFIKASI KOTA berdasar KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN
Karakteristik pertumbuhan suatu kota, dapat disoroti dari berbagai macam segi. Pengamat perkotaan dapat mengenali pertumbuhan suatu kota atas dasar keadaan fisikalnya, keadaan sosio-kulturalnya atau keadaan tekniko-kulturalnya. Pada hakekatnya, bahwa apa yang dikemukakan para ahli mengenai pertumbuhan suatu kota, hanyalah bersifat hipotetikal. Namun demikian, makin majunya sistem informasi mengenai keadaan pertumbuhan suatu kota, seiring dengan kemajuan teknologi di bidang inventarisasi data, suatu pertumbuhan kota dapat dimonitor dengan cepat dan tepat, terutama keadaan fisikalnya. Klasifikasi kota ini terbagi dalam :
1. Klasifikasi menurut Houston, J. M.
2. Klasifikasi menurut Taylor, Griffith.
3. Klasifikasi menurut Mumford, Lewis.


KLASIFIKASI KOTA berdasar HIRARKHINYA
Klasifikasi ini menekankan pada adanya hubungan antar satu kota dengan kota yang lain, dalam sistem kota-kota. Kriteria yang digunakan untuk menggolongkan kota-kota yang ada, termasuk dalam kelas tertentu, dengan sendirinya harus sama. Misalnya, mengenai segi jumlah penduduknya, luas sempitnya wilayah atau banyak sedikitnya jenis-jenis fungsi kota yang ada, dan lain sebagainya. Contoh mengenai klasifikasi kota ini adalah :
1. Klasifikasi hirarkhi kota atas dasar jumlah penduduknya.
2. Klasifikasi hirarkhi kota atas dasar perbandingan jumlah penduduk kota tertentu
    dengan kota prima.
3. Klasifikasi hirarkhi kota atas dasar tingkat pertumbuhan penduduknya.
4. Klasifikasi hirarkhi kota atas dasar fungsi politik administratif.
5. Klasifikasi hirarkhi kota atas dasar pengelompokan kota-kotanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar