Rabu, 10 Oktober 2012

Mengenal Sosiologi Kesehatan


Kita akan menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bidang sosiologi kesehatan
(1) Apa pengertian/ definisi sosiologi kesehatan ?
(2)  Apa saja topik-topik yang dibahas dalam sosiologi kesehatan?
(3)  Jelaskan kondisi yang melatarbelakangi berkembangnya ilmu di bidang sosiologi kesehatan!
(4) Apa saja kontribusi sosiologi kesehatan dalam menjelaskan fenomena kesehatan (health), healing dan iIlnes?

DEFINISI :

  • Sosiologi kesehatan adalah studi tentang perawatan kesehatan sebagai suatu sistem yang telah terlembaga dalam masyarakat, kesehatan (health) dan  kondisi rasa sakit (illness) hubungannya dengan faktor-faktor sosial (Ruderman : 1981).
  • Menurut ASA (American Sociological Association; 1986) Sosiologi kesehatan : merupakan sub bidang yang mengaplikasikan perspektif, konsep-konsep dan teori-teori serta metodologi di bidang sosiologi untuk melakukan kajian terhadap fenomena yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan manusia. 
  • Sebagai suatu bidang yang spesifik sosiologi kesehatan diartikan pula sebagai bidang ilmu yang menempatkan permasalahan penyakit dan kesehatan dalam konteks sosio kultural dan perilaku. Termasuk dalam kajian bidang ini antara lain; deskripsi dan penjelasan atau teori-teori yang berhubungan dengan distribusi penyakit dalam berbagai kelompok masyarakat; perilaku atau tindakan yang diambil oleh individu dalam upaya menjaga atau meningkatkan serta menanggulangi keluhan sakit, penyakit dan cacat tubuh; perilaku dan kepercayaan/ keyakinan berkaitan dengan kesehatan, penyakit, cacat tubuh, dan organisasi serta penyedia perawatan kesehatan; organisasi dan profesi atau pekerjaan di bidang kesehatan, system rujukan dari pelayanan perawatan kesehatan, pengobatan sebagai suatu institusi sosial dan hubungannya dengan institusi sosial yang lainnya; nilai-nilai budaya dan masyarakat kaitannya dengan kesehatan, keluhan sakit dan kecacatan serta peran faktor sosial dalam kaitan dengan penyakit, khususnya ketidakteraturan emosi dan persoalan stress yang dikaitkan dengan penyakit. 
  • Memperhatikan kedua definisi tersebut jelas terlihat bahwa focus bidang sosiologi kesehatan tidak hanya terpusat pada aspek kesehatan semata melainkan menyangkut persoalan-persoalan yang jauh lebih luas.

TOPIK – TOPIK UTAMA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI KESEHATAN
            Terdapat 4 kategori topik besar dalam melakukan analisis di bidang sosiologi kesehatan:
1. Hubungan antara lingkungan sosial dengan kesehatan dan kondisi sakit
            Meliputi; (a). Epidemiologi sosial; study tentang trend dan pola penyebaran penyakit (b).Social stress : studi tentang ketidakseimbangan atau situasi yang tercipta karena keinginan berada diatas kemampuan dirinya.

2. Perilaku sehat dan sakit,
Meliputi; (a). Perilaku sehat: studi tentang perilaku yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan yang positif dan pencegahan penyakit  dan (b). perilaku peran sakit : studi soal bagaimana seseorang merasakan sakit, menginterpretasi dan bertindak dalam merespon situasi sakit atau symptom medis.

3. Praktisi perawatan kesehatan dan hubungan antara  praktisi kesehatan dengan pasien
Meliputi; (a). Tenaga professional di bidang kesehatan kesehatan : studi tentang tenaga medis sebagai kelompok professional dalam masyarakat, termasuk : prestige, control sosial yang bersifat internal atau eksternal; pemenuhan pekerjaan dan kesejahteraan/ kepuasan kerja.
 (b). Pendidikan kesehatan dan sosialisasi oleh tenaga medis : studi tentang pendidikan dan sosialisasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan termasuk perekrutan tenaga kesehatan, kurikulum pendidikan kesehatan dan sebagainya.
(c). Praktek tenaga kesehatan tradisional dan pengobatan alternative : studi tentang tenaga kesehatan tradisional yang menerapkan teknik dan prinsip terapi non medis modern.  
 (d).Interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien : studi tentang pola-pola interaksi dokter – pasien dan faktor yang mempengaruhi pola-pola tersebut.

4. Sistem Perawatan Kesehatan
 (a). Sistem kesehatan masyarakat : studi yang menyangkut soal organisasi, regulasi, financing dan masalah kesehatan lainnya.
(b). Health care delivery : study tentang organisasi dan agency yang terlibat dalam pelayanan rujukan kesehatan.
(c). Efek sosial teknologi kesehatan.: mempelajari konsekwensi atau resiko sosial bagi teknologi kesehatan dan kebijakan public yang dibuat.
(d). Comparative health care system : study tentang system perawatan kesehatan dengan daerah lain dan faktor yang mempengaruhi perkembangannya.

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI KESEHATAN : TINJAUAN HISTORIS

-       Rudolf Virchow (1847) mengidentifikasi faktor sosial dan ekonomi sebagai penyebab penyebaran typhus dan menyarankan untuk melakukan perbaikan kondisi ekonomi sebagai tindakan preventive penyakit typhus. Pengaruh struktur sosial besar dalam kaitan health dan illness.
-       Alfred Grotjan (1915) mendokumentasikan peran faktor sosial terhadap health dan illness. Saran yang diberikan : perlu ada peningkatan peran ilmu sosial di lingkungan masyarakat dan provider untuk menangani health problem.
-       Tahun 1930 dan 1940 banyak sosiolog yang menekuni studi di bidang kesehatan. Lawrence Henderson (1935) studi tentang interaksi dokter dan pasien sebagai suatu system; Oliver Garceau (1914); sosiologi politik kaitannya bidang medis dengan melakukan analisis tentang kehidupan politik masyarakat Amerika; George Rosen (1944): studi tentang peningkatan spesialisasi di bidang medis; Oswald (1946) organisasi informal dalam kaitan praktek medis di Amerika.

Pada tahun 1950 dan 1960  Dinilai sebagai Perkembangan Sosiologi Kesehatan secara formal.

Ada beberapa peristiwa (events) yang menyebabkan meningkatnya keterkaitan antara sosiologi dan bidang medis atau kesehatan. Hal yang penting adalah:
1 .Terjadinya Perubahan Dalam Hal Kesehatan, Penyembuhan dan Sakit  Health, Healing and Illness).
      Analisis Rodney Coe (1970) dkk. Perkembangan sosiologi kesehatan di fasilitasi oleh 4 perubahan yang terjadi dalam dunia medis, antara lain:

 (a). Perubahan Pola Mortalitas dan Morbiditas.
Dari penyakit yang bersifat akut dan infeksi (influensa dan tuberculosis) ke yang bersifat chronic, dan penyakit degeneratif (hati, kanker dan sebagainya).
Penyebabnya : social pattern and life style.

 (b). Dampak Pengobatan yang Bersifat Preventif dan Meningkatnya Kesehatan Masyarakat (public health)
Tahun 1800 sampai 1900 public health lebih focus ke bacteriology  dan imunologi (preventing disease occurrence). Setelah tahun 1900 fokus lebih pada upaya protection untuk public health dan menitikberatkan masalah kemiskinan, malnutrisi, kondisi tempat tinggal yang kumuh dsb. (kajian sosiologi) kaitannya dengan kesehatan dan illness.

(c). Dampak  Perkembangan Bidang Psychiatry
Ada perkembangan lebih ke arah psychopsysiological kaitannya dengan diseases dan illness. Misalnya interaksi yang efektive antara pasien dan dokter. Penggunaan lingkungan sosial pasien sebagai bagian dari terapi.

(d). Dampak Administrasi Kesehatan
Perkembangan di bidang kesehatan sangat nampak seperti; organisasi kian kompleks, fasilitas kesehatan kian berkembang; birokrasi dan kondisi financial serta berbagai aturan yang menyertainya juga semakin beragam.
Sosiologi memfokuskan analisis tentang persoalan organisasi dan struktur; siapa yang rugi dan untung dengan aturan yang ada; menjelaskan cara strategis untuk meningkatkan skill SDM dalam organisasi yang kompleks dsb.
 
 2. Adanya Legitimasi Eksternal

(a). sekolah kedokteran kian banyak yang meng “hire” sosiolog dalam  fakultas atau universitas. Tidak sedikit yang menyertakan sosiologi dalam kurikulum pendidikan kedokteran.
(b). Banyak government agencies dan private foundation yang memperhatikan bidang sosiologi kesehatan. MisalnyaThe National Institute of Health and the National Institute of Mental Health mensponsori peneliti (sosiolog) untuk meneliti bidang kesehatan. Banyak juga pelatihan  bidang sosiologi diberikan di bidang kesehatan.

3. Pengakuan Secara Kelembagaan Medical Sociology

Pada tahun 1959 secara formal sosiologi kesehatan diakui sebagai seksi di American Sociological Association (ASA).  Pada tahun 1965 ASA mengembangkan jurnal Kesehatan dan Perilaku Sosial. Pada tahun sekitar 1996 anggota ASA yang memfokuskan perhatian pada sosiologi kesehatan telah berjumlah sekitar 1.000 orang dari sekitar 13.000 anggota ASA.
  
KONTRIBUSI SOSIOLOGI DALAM MEMAHAMI HEALTH, HEALING DAN ILLNESS

Kontribusi terletak pada : (a) Perspektif dalam bidang sosiologi; (b). Pendekatan teoritik di bidang sosiologi  dan (c). Ketrampilan dan keahlian melakukan riset kualitatif dan kuantitatif.

a). Perspektif Sosiologi
Ø  Sosiologi di definisikan sebagai studi ilmiah tentang “human society” dan interaksi sosial.

Ø  Fokus utamanya: interaksi sosial antar manusia; kelompok; orang/ lembaga di masyarakat.
Ø  Basic insight nya : sosiologi adalah perilaku manusia ; dibentuk oleh kelompok/ group di mana mereka tinggal dan oleh interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok (Robertson; 1987).

Ø  Peter Berger (1963): perspektif sosiologi sebagai pencarian terhadap pola umum dan memahami bagaimana fakta yang terbatas atau perilaku individu sebagai refleksi dari pola sosial (social patterns).
Ø  Fokusnya : delinquencies; interaksi dalam keluarga dan masyarakat berkaitan dengan soal kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Intinya sosiolog mencoba mengidentifikasi pola sikap dan perilaku.
Ø  Menurut Robertson (1987). : dalam ilmu pengetahuan hal penting adalah mengetahui pola umum dan generalisasi serta melakukan analisis; sebab akibat; menjelaskan mengapa sesuatu hal terjadi dan melakukan prediksi tentang kejadian yang akan datang.

b). Pendekatan Teoritik Bidang Sosiologi
Setidaknya ada 3 pendekatan yang menjadi “guidance” bagi pemikir sosiologi (Ritzer ; 1983).

1. Fungsionalism    (Struktural Fungsional)
Para pengamat teori ini memiliki pandangan bahwa:
-     Masyarakat sebagai suatu system (struktur) dengan bagian yang saling bergantung (misalnya; keluarga, ekonomi, dan kesehatan) yang bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan suatu keseimbangan.
-       Tiap bagian diasumsikan memiliki fungsi secara positif dan negative (disfungsi) bagi masyarakat secara keseluruhan.
-   Jika tiap bagian menjalankan fungsi secara baik maka akan tercipta masyarakat yang stabil dan  harmonis.

Oleh sebab itu para fungsionalist akan trampil atau ahli mengidentifikasi integrasi yang efektif dalam masyarakat.

2. Teori Konflik
Penganut teori ini memandang bahwa :
-       Masyarakat sebagai system yang di dominasi oleh ketidakseimbangan sosial dan social conflict.
-   Masyarakat dipandang sebagai kumpulan manusia yang secara terus menerus berada dalam perubahan.
-       Ditandai oleh adanya disagreement tentang tujuan dan nilai; kompetisi antar kelompok terkadang dengan kekuatan yang tak seimbang dan kental terhadap situasi permusuhan.
-     Teoritisi konflik selalu melihat bahwa aturan dalam masyarakat (social order) dibentuk oleh kelompok yang berkuasa bukannya dari hasil suatu consensus sebagaimana teoritisi fungsional memandang.
-       Penganut teoritisi konflik akan trampil dalam mengidentifikasi  ketidakadilan/ ketidakseimbangan yang ada dalam masyarakat.

3. Interaksionism
Ø  Sementara fungsionalism dan conflict teori memandang masyarakat pada level atau perspektif makro (yaitu masyarakat as a whole); maka interaksionist memfokuskan perhatian pada skala kecil (small scale); day to day interactions among peoples.
Ø  Masyarakat dipandang sebagai hasil akhir dari episode interaksi yang tak terbatas dan dilakukan setiap hari di mana individu mengintepretasi pesan-pesan sosial dan mereka memberikan respon atas dasar interpretasi yang dilakukan.
Ø  Dalam bidang medis, interaksionist memfokuskan perhatian pada bagaimana tenaga kesehatan menggunakan strategi khusus seperti; briefing; closed open ended question, menginterupsi komentar dari pasien dsb. Hal ini biasanya dilakukan oleh tenaga perawat kesehatan (dokter) untuk memperkuat dominasi dan mendukung jarak peran.

Apa Peran Teori Sosial?
Ø  Ada pertanyaan mendasar berkaitan dengan terminology sociology of medicine dan sociology in medicine.
Ø  Apakah focus utama harus diawali dengan teori-teori sosiologi dan metode ( di mana posisi lebih banyak diambil oleh para sosiolog di departemen sosiologi di universitas) atau memberikan kontribusi praktis terhadap praktek medis (artinya posisi diambil oleh sosiolog yang bekerja di sekolah kedokteran dan setting medis yang lain).
Ø  Mechanic (1990); mengemukakan bahwa sosiologi of medicine sebagai pengujian hipotesis sosiologi dengan menggunakan bidang medis sebagai arena studi. Isu dasar yang dikembangkan adalah; stratifikasi sosial, kekuasaan dan pengaruh (power and influence);  organisasi sosial; sosialisasi dan konteks yang luas tetang nilai-nilai sosial.
Ø  Sementara itu Strauss memandang Sociology in Medicine sebagai sosiolog yang bekerja sebagai investigators atau technician; memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan sponsor baik pemerintah; rumah sakit; agency, foundation; atau sekolah kedokteran.
Ø  Pada tahun 1970 dan 1980 para sosiolog dan pihak lain yang bekerja di bidang medis mulai meyakini bahwa pekerjaan dari sosiolog kesehatan tidak relevan untuk membuat keputusan yang bersifat praktis atau kebijakan praktis. Kemudian muncul peneliti di bidang pelayanan kesehatan yang memandu peneliti untuk membatu memecahkan masalah kesehatan secara lebih praktis. Penelitian tentang pelayanan kesehatan concern terhadap perencanaan, staffing, financial, management, operation, maintenance, dan penggunaan system rujukan dalam pelayanan kesehatan.
Ø  Tentu saja hal seperti ini dinilai bukan suatu displin sebagaimana definisi tradisional yang diberikan oleh akademisi berdasar pada teori dan pendekatan metodologi.

KESIMPULAN :

1. Perkembangan sosilogi kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu: (a). perubahan pola penyakit dari yang bersifat akut dan infeksi (influensa dan tuberculosis) ke yang bersifat chronic dan bersifat degeneratif (hati, kanker dsb) sebagai penyebab kematian (mortality dan morbidity); (b). meningkatnya focus perhatian pada faktor perilaku berkaitan dengan health dan illness; (c). meningkatnya pemahaman tentang arti penting interaksi antara dokter dan pasien; (d). kian kompleknya system pelayanan lkesehatan masyarakat.
2. Kontribusi sosiolog kesehatan : study tentang health, healing dan illness melalui perspektif sosiologi untuk (a) memahami bahwa perilaku manusia terbentuk oleh kelompok di mana mereka eksis dan oleh interaksi sosial di mana mereka berada dalam kelompok; (b). pendekatan teori sosiologi (funsionalism, conflict; interactionsm dan (c) . secara empiris melalui penelitian sosial. 
3. Tugas penting sosiolog adalah mendemonstrasikan dan memfokuskan perhatian pada pengaruh faktor sosio kultural dan kekuatan institusi terhadap health, healing dan illness serta mengembangkan kebebasan dan sikap kritis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar