Selasa, 16 Oktober 2012

Pengertian Sistem, Sistem Ekonomi dan Sistem Ekonomi Indonesia


Secara umum suatu sistem ada karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya (Suharyono dan Sovie 2003).  Kebutuhan manusia yang beraneka ragam inilah yang memunculkan sistem yang berbeda-beda.  Kebutuhan manusia akan pengetahuan, misalnya, akan memunculkan sistem pendidikan, kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan masyarakat akan memunculkan sistem sosial demikian seterusnya sehingga ada sistem politik, sistem budaya dan sistem-sistem yang lain termasuk sistem ekonomi yang salah satunya adalah sistem ekonomi Indonesia. Bab ini membahas tentang apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi Indonesia. Untuk itu bahasan akan dimulai dengan konsep dasar sistem dan sistem ekonomi.

 

Konsep Dasar Sistem

Istilah sistem, yang berasal dari bahasa Yunani ’systema’ sering digunakan untuk menunjuk pengertian metode atau cara-cara (misal sistem mengetik sepuluh jari, sistem belajar jarak jauh dll) dan sesuatu himpunan ’entitas’(wujud benda, baik abstrak ataupun konkrit) yang merupakan unsur (komponen) yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang  utuh (Amirin 1986). Dalam pengertian metode, dikenal pula pendekatan sistem yang menuntut pemikiran sistemik yang memandang segala sesuatu dari banyak dimensi (multidimensi). Dalam sistem ekonomi Indonesia, pengertian sistem merujuk pada pengertian kedua yaitu sistem sebagai kumpulan (himpunan) entitas atau unsur, karena itu hanya pengertian sistem inilah yang akan dibahas dalam bab ini.

Sebagai kumpulan entitas atau unsur-unsur, sistem didefinisikan bermacam-macam.  Menurut kamus Webster New Collegiate, sistem secara sederhana diartikan sebagai ‘A regularly interacting or independent group of items forming a unified whole’ (suatu kesatuan item (sub-sistem-sub sistem) yang saling berinteraksi atau tergantung satu sama lain secara reguler membentuk satu kesatuan yang utuh (Webster New Collegiate dictionary)

Shrode and Voich mengartikan sistem sebagai a set of interrelated parts, working independently and jointly, in pursuit of common objectives of the whole, within a complex environment (serangkaian elemen yang bekerja saling berhubungan dan tergantung satu sama lain, untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan yang kompleks (dalam Amirin 1986).


Selanjutnya menurut Henri Pratt Faerchild (dalam Suharyono dan Sovie 2003), ...system...an aggregate of related interest or activities. There is the assumption of an organisation of part or phases in orderly arrangement…Whatever the system its related character is identified by harmony in operation and integration of its structure.”

Pengertian-pengertian di atas hanyalah sedikit dari bermacam definisi sistem sebagai kumpulan entitas.  Yang perlu ditekankan adalah apapun dan bagaimanapun sistem didefinisikan, pengertian sistem sebagai kumpulan entitas harus mengacu pada beberapa elemen penting sistem, yaitu:
  1. Merupakan himpunan bagian-bagian atau elemen-elemen (disebut juga subsistem-subsistem), yang didalamnya terdapat kompleks keseluruhan elemen, dimana elemen-elemen itu adalah bagian dari keseluruhan
  2. Elemen-elemen tersebut dicirikan oleh interelasi, dimana bagian-bagian yang ada saling berkaitan, saling tergantung atau saling mempengaruhi satu sama lain.
  3. Elemen-elemen tersebut merupakan keseluruhan yang terintegrasi, namun setiap elemen merupakan suatu kesatuan yang dapat berdiri secara otonom sebagai suatu entitas (entity). Karakteristik inilah yang menjelaskan bahwa suatu sistem selalu akan menjadi sub-sistem dari sistem lain yang lebih besar. (Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian ini)
  4. Bahwa elemen-elemen atau entitas-entitas tersebut semuanya ditujukan ke arah pencapaian tujuan bersama atau tujuan sistem
  5. Terjadi di dalam lingkungan yang rumit/kompleks.  

 

Dalam kaitannya dengan aspek lingkungan, sistem dapat dikategorikan menjadi dua yaitu: sistem tertutup, merupakan sistem yang tidak dipengaruhi dan tidak berinteraksi dengan lingkungannya dan sistem terbuka atau sistem yang berinteraksi secara dinamik dengan lingkungannya. Pada kenyataan sistem umumnya dicirikan terbuka, mengingat bisa dikatakan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Apalagi dalam konteks globalisasi (maupun glokalisasi) serta era teknologi informasi, dimana untuk bisa bertahan (survive), suatu sistem tidak bisa tidak, harus berinteraksi dengan lingkungannya yang (seringnya) selalu berubah. Karena itulah, suatu sistem juga harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri (self adjustment) dengan lingkungannya. Termasuk dalam kategori sistem terbuka ini adalah sistem ekonomi dimana suatu sistem ekonomi tidak bisa tidak harus berinteraksi dengan lingkungannya, termasuk dengan sistem-sistem yang lain seperti sistem sosial, sistem politik dan lain-lain. Gambaran mengenai sistem ekonomi sebagai sistem terbuka beserta komponen-komponennya dapat dilihat pada gambar 1 tentang ekonomi sebagai sistem terbuka.


Aspek lingkungan dalam pengertian sistem di atas juga menunjukkan ciri sistem yang lain yaitu bahwa suatu sistem juga akan selalu mempunyai batas (boundaries) yang membedakan sistem tersebut dengan lingkungannya, yaitu sistem yang lebih luas lagi atau lebih besar.

Sesuai dengan kenyataan bahwa sistem bisa bersifat abstrak dan konkrit, batas sistem ini bisa berwujud nyata/fisik (konkrit) namun juga bisa bersifat konseptual/imajinatif (abstrak). Intinya semua komponen yang berada di dalam batas-batas sistem disebut sistem dan segala sesuatu diluarnya disebut lingkungan sistem.

Suatu perkuliahan di kelas misalnya, adalah suatu sistem karena memenuhi lima elemen sistem diatas, dalam suatu perkuliahan terdapat dosen, mahasiswa, seperangkat alat pendukung perkuliahan, termasuk ruang kelas, buku-buku, meja, kursi dan lain sejenisnya yang menjadi sub-sistem dari suatu sistem perkuliahan (meski sistem perkuliahan bisa juga merujuk pada pengertian metode/cara perkuliahan). Perkuliahan sebagai sistem, di sini bisa dilihat dengan jelas batas sistemnya yaitu berupa tembok ruang kelas yang membatasi suatu perkuliahan dengan lingkungannya. Sebaliknya sistem yang sifatnya abstrak, misalnya sistem sosial, sistem politik, sistem pendidikan tidak mempunyai batas yang konkrit melainkan hanya imajinatif.   

 

Terkait dengan batas sistem ini, terdapat empat komponen sistem yang meliputi:
  1. Input: masukan yang akan diolah sistem untuk menjadi suatu output. Terdiri dari bermacam sumber daya, termasuk sumber daya manusia, bahan/material mentah, keuangan, peralatan, teknologi, informasi dan lain sebagainya.
  2. Transformasi: proses pengorganisasian maupun pengelolaan untuk mengubah input menjadi output, meliputi manajemen, metode, kebijakan, strategi, teknologi yang digunakan dan lain sejenisnya.
  3. Output : Keluaran, meliputi hasil-hasil produksi, servis maupun hasil keluaran sistem yang lain.
  4. Umpan balik (Feedback): informasi-informasi dari lingkungan tentang hasil (output) dan mekanisme sistem secara keseluruhan.


Gambar di atas menunjukkan bahwa suatu sistem terbuka dicirikan dengan adanya interaksi dengan lingkungannya yang memungkinkan adanya mekanismee feedback (umpan balik). Gambar tersebut di atas juga menjelaskan sedikit gambaran tentang input, transformasi, dan output dalam suatu sistem ekonomi.

Seperti dijelaskan sebelumnya, suatu sistem pada dasarnya selalu terdiri dari subsistem-subsistem, dimana setiap subsistem merupakan sistem yang mempunyai subsistem-subsistem yang saling berinteraksi pula, demikian seterusnya. Sebaliknya setiap sistem pada hakekatnya adalah bagian (sub-sistem) dari sistem yang lebih besar, yang bersama subsistem-sub sistem yang lain berinteraksi dan membentuk suprasistem tersebut. Seperti terurai dalam contoh berikut ini:

Sistem                                                 Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
Subsistem                                            Sistem ekonomi, sistem sosial, sistem politik dll
Sub-subsistem sistem ekonomi           pranata-pranata ekonomi
Sub-sub-subsistem                 


Selanjutnya, menurut Dumairy (1996) selain dicirikan dengan jalin menjalinnya subyek-subyek atau obyek-obyek (subsistem-subsistem), suatu sistem juga disertai dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Perangkat kelembagaan ini meliputi lembaga atau wadah tempat subyek (obyek) itu berhubungan, cara, kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan antar subyek (obyek)  tadi serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan antar subyek (obyek) tersebut agar serasi. Kaidah-kaidah bisa berupa aturan dan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis, ketentuan-ketentuan teknis, atau bisa pula ketentuan-ketentuan administratif. Karakteristik sistem seperti diuraikan Dumairy ini sangat berguna untuk menjelaskan pengertian sistem ekonomi yang akan diuraikan sebagai berikut.

Pengertian Sistem ekonomi

Seperti pengertian sistem, banyak pendapat yang memberikan pengertian sistem ekonomi.

Menurut John F Due, sistem ekonomi adalah the group of economic institutions or regarded as a unit the economic system, the organization through the operation of which the various resources scarce, relative to the need for them are utilized to satisfy the wants of man. Dari pengertian ini jelas bahwa sistem ekonomi terdiri dari institusi-institusi atau pranata-pranata ekonomi (saja). 

Definisi ini terlalu sempit mengingat hanya menitikberatkan pranata-pranata ekonomi saja. Selanjutnya Teodore Morgan mendefinisikan sistem ekonomi secara lebih luas yaitu Economic system is part of constellation of economic, social, and political institution and ideas that can be understood only as a part of this whole

Menurut Tom Gunadi Sistem Perekonomian adalah sistem sosial atau kemasyarakatan dilihat dalam rangka usaha keseluruhan sosial untuk mencapai kemakmuran. Pengertian sistem sosial ini mengandung unsur:

 

l   Tujuan bersama yang melahirkan kaidah dan aturan yang menata dan memungkinkan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu kemakmuran/kesejahteraan rakyat

l   Seperangkat nilai yang mengikat anggota masyarakat dalam usaha bersama

l   Sikap dasar tentang hak dan kewajiban yang membentuk pola tindakan individu/kelompok

l   Otoritas, kepemimpinan, struktur kekuasaan untuk mengarahkan usaha bersama (dalam Suharyono dan Sovie 2003).

 

Sementara itu, menurut Dumairy (1996:30), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sistem ekonomi mempunyai subyek berupa unsur-unsur manusia, dan obyek berupa barang-barang ekonomi. Perangkat kelembagaan dalam sistem ekonomi adalah lembaga-lembaga ekonomi baik formal maupun non formal, suatu cara kerja, mekanisme hubungan hukum, peraturan-peraturan yang mengatur dan menjalin  serta kaidan atau norma-norma lain baik tertulis maupun tidak tertulis yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat. Karenanya perangkat kelembagaan juga meliputi kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat yang diterapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan.


Sedangkan menurut Lemhanas, sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi. Berangkat dari pengertian sistem sebagai suatu totalitas terpadu yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan, saling terkait, saling mempengaruhi dan saling tergantung menuju suatu tujuan bersama; maka sistem ekonomi  diartikan sebagai susunan organisasi ekonomi yang mantap dan teratur. Dalam sistem ekonomi itu dibahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi masyarakat tersebut dalam mewujudkan tujuan nasional (dalam Sanusi 2000: 10)

 

Akhirnya, seperti apapun sistem ekonomi didefinisikan, definisi-definisi tersebut pada intinya bersifat saling melengkapi, sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas tentang apa itu sistem ekonomi. Pengertian siapapun atau darimanapun yang diadopsi untuk menjelaskan pengertian sistem ekonomi, semuanya adalah sah selama ada penjelasan mengapa pengertian tersebut diadopsi, atau terdapat kerangka pemikiran yang jelas sesuai dengan konteksnya. 

Dari berbagai pengertian di atas, kiranya pengertian sistem ekonomi oleh Winardi (1984) dapat memberikan gambaran tentang sistem ekonomi secara komprehensif, yaitu sistem ekonomi adalah organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga atau pranata (ek, sos, pol dan ide-ide) yang saling mempengaruhi satu sama lain yang ditujukan ke arah pemecahan problem-problem produksi, distribusi dan konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian demi tercapainya kemakmuran masyarakat. Pengertian ini komprehensif, karena langsung merujuk pada esensi ekonomi itu sendiri, yaitu tercakupnya permasalahan pokok perekonomian serta tujuan kemakmuran masyarakat. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sistem muncul karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia akan sandang, pangan dan papan serta kebutuhan untuk melakukan produksi dan atau distribusi dan atau konsumsi membentuk apa yang disebut sistem ekonomi. Dengan demikian sistem ini merupakan suatu kehidupan ekonomi yang mencakup seluruh kegiatan dan proses yang diarahkan agar anggota masyarakat terpenuhi kebutuhan kebendaannya. Sementara itu pengertian Dumairy dan Lemhanas juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa saja yang tercakup dalam suatu sistem ekonomi, khususnya aktivitas-aktivitas atau praktek-praktek yang menyertai suatu sistem ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar