Rabu, 10 Oktober 2012

Interaksi Dokter dan Pasien


Kendati sistem perawatan kesehatan kian kompleks dan teknik penyembuhan kian beragam tetapi perhatin terhadap Dokter dan pasien merupakahn elemen penting.

Potret ideal yang diharapkan pasien :

-          Pasien mendapatkan perlakuan yang comfortable / baik
-          Ketulusan dan sifat membantu dari dokter
-          Percaya sepenuhnya terhadap dokter  --- > dalam proses penyembuhan

Fakta :  relationship antara Dokter  dan Pasien  sebagai fenomena yang sulit dipahami

Sebagai sociologist : tugas/ fungsi :
- Membantu menjelaskan interaksi dokter dan pasien yang berkembang
- Mengidentifikasi variabel penting yang berpengaruh terhadap hubungan  yang terjadi


MODEL INTERAKSI DOKTER DAN PASIEN

  1. MODEL PARSONIAN

Talcot Parson (1951) sebagai pioner yang berusaha menjelaskan faktor socio kultural terhadap perawatan kesehatan
Parson memandang :
  1. Hubungan D dan P sebagai subsistem dari sistem yang lebih besar.
Nilai dalam subsistem  merefleksikan nilai dari masyarakat yang selanjutnya memberikan kontribusi dalam hubungan D dan P
  1. Hubungan D dan P adalah tidak terhindarkan dan bersifat asimetris
  2. Parson yakin bahwa ada 3 situasi yang menyebabkan dokter memainkan peran kunci dan berperan secara ”powerful” dan mengarahkan interaksi dengan pasien yaitu : 

(1). Professional Prestige

Didasarkan pada pengalaman atau keahlian medik;
Lama mendapatkan pelatihan
Legitimasi sosial terhadap dokter sbg pihak yang memiliki kewenangan dalam bidang medis

(2). Situational Authority
Dokter memiliki praktek medis dan menawarkan pelayanan kesehatan terhadap pasien dan segala anjuran dokter hendaknya dilakukan

(3). Situational dependence

Pasien sangat tergantung pada dokter

Mendapatkan pelayanan
Menjadwal janji;  sering menunggu di luar janji,
Menjawab pertanyaan,
Memperbolehkan dokter memeriksa dan sebagainya.

Jadi melalui interaksi ada  ’ Competency Gap” antara D dan P

Pasien tergantung pada dokter termasuk ” resources” dari kantor dokter

(Hingston, Scotch, Sorensen dan Swazey; 1981)

Parson expect D menggunakan kekuasaan secara bijaksana dengan mengedepankan kepentingan pasien
Pasien menerima pengaturan agar perawat berlangsung secara efisien

KRITIK FRIEDSON’S TERHADAP MODEL PARSONIAN

Terlampau mengedepankan ” Mututally of interests”
Teori konflik ----à menolak anggapan bahwa interaksi antara D dan P berlangsung harmonis dan mutually satisfactory melalui kerja sama dan konsensus.

Elliot Friedson (1970) menawarkan pendekatan konflik secara spefisik.
Kritiknya :

  1. Model parsionian lebih memfokuskan peran D sebagai pembentuk interaksi dan mengasumsikan bahwa harapan D akan sama dengan P
     Menurut Friedson sebenarnya kedua belah pihak berperan.
  1. Model Parson memfokuskan pada orientasi dokter dibandingkan pada yang sesungguhnya terjadi atau berlangsung dalam hubungan/ pertemuan D dan P
  2. Mengabaikan pengaruh penting terhadap medical setting dan kekuatan medis yang berhubungan (seperti mekanisme pembayaran; pemberdayaan pasien ) dalam relationship

Kritik tersebut memberikan inspirasi untuk merevisi model Parsonian


  1. MODEL SZASZ DAN  HOLLENDER

Model ini memodifikasi model Parson  dan dikembangkan oleh Thomas Szasz dan Marc Hollender (1956)

Pendapatnya : Parson memberikan perhatian sedikit terhadap pengaruh penting dalam symptom physiological

Ada 3 model yang dikembangkan :

  1. The Activity – Passivity Model

Sangat mirip dengan Parson bahwa hubungan D dan P asimetris
Dokter sebagai ahli medis, mengendalikan arus komunikasi, membuat seluruh keputusan penting.
Pasien pada posisi kurang informasi dan mempercayakan seluruhnya pada D  (soal pengetahuan dan keahlian)

  1. The Guidance Cooperation Model

Bentuk interaksi  :  sebagai pertemuan medik yang khas

Pasien : memiliki perasaan, diberitahu soal medis, memiliki harapan, dan aspirasi --à dari hasil pertemuan medik
Dibandingkan dengan  A – P model ; pada model ini pasien keterlibatannya meningkat dalam mendapatkan informasi, membuat keputusan berkaitan dengan treatment yang diperoleh.

Dokter tetap bertanggung jawab mengarahkan; membimbing pertemuan, bersifat kooperatif, mengurangi sifat autocratic; menjelaskan pada pasien dan pasien bebas memutuskan sesuai keinginan, tetapi dokter tetap pada posisi yang dominan.

  1. The Mutual Participation Model

Dasar pandangan hubungan yang dipilih adalah  equal atau sama/ seimbang antara D dan P
Pasien berpartisipasi penuh
D dan P memahami bahwa P harus jadi central player dalam pertemuan agar interaksi berlangsung sukses.

Pasien dianggap lebih tahu tentang situasi dirinya dibandingkan dengan Dokter ( medical history; symptoms; dan kejadian yang relevan)
Dokter mencoba tanya untuk mendapatkan informasi dan menjamin kerahasiaan informasi  ( hanya untuk dokter)

Dalam hubungan ini Szasz dan Hollender mengidentifikasi ada 3 ciri/ syarat yang harus ada yaitu :
(a). Kedua partisipants ( D dan P ) harus memiliki power yang seimbang
(b).Harus ada perasaan ”mutual interdependence” (saling membutuhkan between each other).
(c). Dalam interaksi ada proses saling memuaskan antara 2 pihak.

Oleh karena model ini menuntut banyak dari pasien maka dinilai kurang tepat pasien anak-anak yang secara alami masih belum matang, pendidikan rendah dan mental belum kuat/ matang.

Artinya relationship akan satisfied jika :
-          Pasien more intelllegent/ sophisticated  
-          Pengalaman luas dan lebih bisa membawa diri.


3. THE VEATCH MODEL

Robert Veatch (1972). Dari Georgetown University ---à pentingnya ” Moral relationship” antara Dokter dan Pasien

Ada 4 kemungkinan hubungan yang terjadi :

1. An Engineering Models

Dokter berasumsi bahwa pelayanan kesehatan adalah perusahaan yang bebas nilai dengan tugas pokok menjelaskan seluruh fakta yang relevan dengan pasien tanpa melibatkan dokter dalam pengambilan keputusan
----à dinilai Veatch “impractical”  dan salah sebab mengexclude peran dokter.

2. A Priestly Model

Dokter dipandang sebagai figure religius yang ahli dalam soal etika dan seluruh persoalan yang muncul dalam relationship
Veatch kurang setuju ---à otonomi pasien sebagai individu terhapus

3.A Collegial Model

Dokter dan Pasien melihat hubungan mereka sebagai hubungan kolegial yang memiliki tujuan yang sama yakni : Good Health

Veatch memilih/ menyukai model ini tetapi merasa tidak realistis berkait dengan soal etnik, class dan berbeda nilai antara Dokter dan Pasien.

4.A Contractual Model
Dokter dan Pasien berinteraksi dengan pengertian bahwa ada kewajiban dan keuntungan yang diharapkan bagi keduanya.
Menurut ” Veacth” dengan hubungan kontraktual ada sharing di mana D memahami bahwa P harus menjaga kebebasan dalam melakukan kontrol atas kehidupan dan harga diri ketika pilihan yang bermakna telah dibuat.


Sumber : Gregory L. Weiss dan Lynne E. Lonnquist; The Sociology Of Health ; Healing and Illness; New Jersey : Prentice Hall, Inc. ; 1997.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar