Jumat, 19 Oktober 2012

Bab 1 Pendahuluan - Laporan Tipologi Sosial


1.1  Latar Belakang
Secara umum manusia merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang berinteraksi dengan makhluk lain dan membutuhkan makhluk lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan interaksi merupakan faktor utama dalam kehidupan bermasyarakat. Dari inetraksi-interaksi masyarakat tersebut akan menciptakan suatu budaya-budaya yang menjadikan suatu cirikhas dari masyarakat tersebut. Dari berbagai budaya yang diciptakan oleh masyarakat itulah nantinya akan menciptakan kategorisasi dalam masyarakat.
Secara umum masyarakat dikategorikan menjadi dua, masyarakat yang masih tradisional dan masyarakat yang sudah modern. Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang memiliki solidaritas yang tinggi dan dalam bentuk solidaritas mekanis yaitu hubungan antar individunya didasari atas kepentingan bersama. Sedangakan masyarakat modern adalah masyarakat yang memiliki solidaritas yang rendah dan dalam bentuk solidaritas mekanis yaitu hubungan antar individunya didasari atas kepentingan individu itu sendiri.
Kuliah lapangan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam penelitian yang tahap-tahapnya akan diikuti secara runtut untuk menyusun laporan penelitian  mulai dari penyusunan latar belakang masalah, merumuskan masalah, gambaran umum lokasi penelitian, studi pustaka, analisis data, interpretasi teoritik, kesimpulan dan saran. Selain itu kuliah lapangan ini ditujukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan masyarakat, utamanya masyarakat Desa Sumberjo. Apakah termasuk ke dalam masyarakat tradisional, ataukah sudah berubah menjadi masyarakat yang modern. Dengan menggunakan dasar teori yang dikemukakan oleh empat tokoh sosiologi yaitu Robert K. Merton, Emile Durkheim, Ferdinand Tonnies dan Max Webber. Empat teori sosiologi tersebut sangat membantu dalam penelitian ini, karena sebagai dasar untuk analisa dan interpretasi data.
1.2 Rumusan Masalah
Kuliah lapangan ini memiliki beberapa rujukan permasalahan yang nantinya akan dianalisis dan diidentifikasi untuk menentukan tipe-tipe masyarakat yang secara umum meliputi :
1.      Bagaimana identitas responden, yang didalamnya meliputi tingkat pendidikan terakhir responden, berapa jumlah tanggungan dan juga jumlah anak;
2.      Bagaimana kondisi sosial ekonomi keluarga pada masyarakat pedesaan
3.      Apakah bentuk solidaritas yang ada pada masyarakat desa tersebut? Apakah termasuk masyarakat yang bersolidaritas mekanis ataukah masyarakat yang bersolidaritas organis?
4.      Bagaimana kontrol sosial yang berkembang di masyarakat desa? Termasuk di dalamnya bentuk-bentuk sanksi apa saja yang diterapkan dalam menjalankan mekanisme kontrol sosial di masyarakat desa. Apakah kontrol yang terjadi mengarah pada kontrol formal atau sebaliknya lebih kuat pada kontrol yang bersifat informal?
5.      Bagaimanakah tingkat mobilitas masyarakat di desa yang baik mobilitas sosial maupun mobilitas fisik yang terjadi pada masayarakat?
6.      Bagaimana pola kepemimpinan yang ada di masyarakat desa?
7.      Bagaimanakah bentuk tradisi dan sistem kepercayaan masyarakat di desa? Seberapa seringkah intensitas pelaksanaan tradisi dan kepercayaan yang masih dilakukan dan apa alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya tradisi/kepercayaan tersebut?
8.      Bagaimana orientasi masyarakat setempat terhadap masa depan?
9.      Bagaimanakah tingkat respon terhadap adanya teknologi dan inovasi baru? Sejauh mana mereka merespon teknologi dan inovasi baru yang ada? Bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari?
1.3  Tujuan penelitian
1.           Secara akademis adalah sebagai bentuk realisasi dari kegiatan intrakurikuler mata kuliah Tipologi Sosial pada jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya tahun 2011;
2           Mengetahui identitas responden;
3           Mengetahui tentang tingkat solidaritas yang berkembang pada masyarakat pedesaan;
4           Mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga pada masyarakat pedesaan;
5           Mengetahui jenis kontrol sosial dan pelaksanaan kontrol sosial pada masyarakat pedesaan;
6           Mengetahui tingkat mobilitas sosial pada masyarakat pedesaan baik secara fisik maupun non-fisik;
7           Mengetahui pola kepemimpinan yang dianut masyarakat pedesaan;
8           Mengetahui tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat pedesaan;
9           Mengetahui kondisi masyarakat pedesaan apakah telah berorientasi pada masa depan;
10       Mengetahui respon masyarakat pedesaan terhadap perubahan inovasi baru; dan
1.4  Manfaat penelitian
1.      Manfaat dari kuliah lapangan ini adalah dapat memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman mengenai proses analisis dan identifikasi tipe, karakteristik, struktur sosial dan budaya pada masyarakat pedesaan.
2.      Sebagai wadah untuk mendapatkan informasi, data secara benar tentang kondisi masyarakat pedesaan sesungguhnya
1.5  Kerangka teori
Dalam pelaksanaan kuliah lapangan ini, yang menjadi dasar dan acuan adalah empat buah teori sosial yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh sosiologi sebagai berikut, yaitu:
1.      Max Webber
Dikotomi antara masyarakat tradisional dan tipe masyarakat rasional adalah pembagian masyarakat menurut Weber. Proses identifikasi dan analisa yang dilakukan Weber lebih memprioritaskan dan berkonsentrasi pada masalah “Bentuk tindakan sosial” masyarakat sebagai titik kunci teorinya.
2.      Emile Durkheim
Dari sudut pendekatan identifikasi yang berbeda, yaitu dari sisi “tingkat solidaritas masyarakat”, dengan yakin Durkheim menggolongkan masyarakat pada umumnya kedalam 2 tipe, yaitu tipe masyarakat bersolidaritas mekanis (mechanic solidarity) dan tipe masyarakat bersolidaritas organis (organic solidarity)
3.      Ferdinand Tonnies
Proses identifikasi dan analisa yang dilakukan oleh Ferdinand Tonnies lebih menitik beratkan pada sejarah pertumbuhan yang mengarah pada model hubungan sosial dari masyarakat sederhana menuju masyarakat yang komplek.
Menurut beliau, maasyarakat terbagi menjadi dua yaitu masyarakat Gemeinschaft dan Gesellschaft. 
4.      Robert K. Merton
Menurut Merton, proses analisis untuk mengidentifikasikan jenis atau tipe masyarakat dengan menitik beratkan pada persoalan proses interaksi masyarakat, akan berakhir pada kesimpulan bahwa ada 2 tipe jenis masyarakat yaitu tipe masyarakat Lokalistik dan tipe masyarakat Kosmopolitan. Dalam teori ini penelitian harus memfokuskan pada sisi sifat fatalisme serta bentuk struktur kekuasaan dalam masyarakat, baik itu kekuasaan terpusat (centralistik) maupun noncentralistik (tersebar).
1.6  Metode dab Prosedur Penelitian
1.6.1        Pendekatan
Secara umum pendekatan yang digunakan dalam penelitian di kuliah lapangan ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengaplikasian pendekatan kuantitatif adalah dengan menggunakan kuisioner sebagai media yang memudahkan proses wawancara kepada responden agar tidak terjadi pengulangan pertanyaan yang sama dan tidak terjadi pengajuan pertanyaan diluar variabel yang telah ditentukan. Pengaplikasian pendekatan kualitatif adalah dengan melakukan Indepth interview. 
1.6.2        Tipe Penelitian
Dalam penelitian kali ini tipe penilitian yang digunakan adalah tipe penelitian diskriptif karena dari penelitian ini diharapkan mampu mendiskripsikan atau memberikan gambaran tentang realitas realitas yang ada dan terjadi dalam masyarakat.
Kemudian data dianalisis dengan cara memberikan kode pada setiap jawaban (coding) dan  diselesaikan dengan cara memberikan skor pada seluruh jawaban disetiap variabel, untuk didistribusikan melalui tabel frekuensi yang digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil pengolahan data tersebut digunakan untuk menarik kesimpulan tentang identifikasi tentang tipe-tipe dan pola kehidupan masyarakat desa yang ada.
1.6.3        Operasional Konsep
Empat buah teori sosial yang peneliti gunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tipe-tipe masyarakat yang ada dengan melalui beberapa variabel dan indikator, yaitu:
a.       Identitas Responden
Adalah  informasi pribadi dari responden yang dapat dianalisis dengan indikator sebagai berikut :
Nama Responden, alamat, umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anak, pendidikan terakhir, keterampilan, pekerjaan dan tentang anggota keluarga responden.
b.      Status Sosial Ekonomi
Indikator yang digunakan untuk menganalisis status sosial ekonomi adalah sebagai berikut :
Kepemilikan rumah, luas bangunan rumah, bahan bangunan rumah, kepemilikan lahan, pendapatan, pengeluaran, tabungan, kepemilikan barang.
c.       Solidaritas Sosial
Merupakaan kegiatan sosial yang dilakukan oleh responden, dapat dianalisis dengan indikator:
Kerja bakti, menjenguk, melayat, memberi pinjaman hutang, memberi sumbangan (buwuh) ke hajatan, bentuk sumbangan (buwuh) serta alasannya kepada saudara, tetangga dan teman.
d.      Pelaksanaan Tradisi dan Kebudayaan
Dapat dianalisis dengan menggunakan indikator :
Intensitas dan alasan melakukan tradisi, pendapat responden tentang: hasil panen, bencana alam, kematian, sakit, kondisi anak, kecelakaan dan permasalahan rumah tangga serta kepemilikan benda-benda yang mempunyai nilai magis.
e.       Bentuk Kontrol Sosial
Merupakan nilai norma dan hukum yang diberlakukan di dapat dianalisis dengan indikator sebagai berikut:
Bentuk-bentuk pelanggaran, bentuk sanksi dan yang memutuskan pemberian sanksi.
f.       Kepemimpinan
Merupakan gambaran bagaimana bentuk kepemimpinan di lingkungan masyarakat yang dapat dianalisis dengan indikator :
Adanya pemilihan: kepala desa, kepala dusun, RW, RT serta alasan responden memilih. Penentu keputusan dalam masyarakat desa.
g.      Respon Terhadap Perubahan
Merupakan gambaran reaksi masyarakat terhadap masuknya ide-ide baru ke dalam lingkungannya yang dianalisis dengan indikator:
Tempat responden berobat dan  melahirkan,keikut sertaan dalam probram KB dan pemberian imunisasi, kepemilikan alat-alat rumah tangga, pemanfaatan media komunikasi dan pengetahuan responden terhadap berita dan asal perolehan informasi mengenai berita tersebut.
h.      Tingkat Mobilitas Sosial
Dalam menganalisis mobilitas diperoleh indikator sebagai berikut :
Perpindahan jenis pekerjaan, keikutsertaan serta jabatan responden pada sebuah organisasi, intensitas responden berpergian
i.        Orientasi Masa Depan
Menggunakan indikator :
Cara mencapai kesuksesan, respon terhadap kegagalan, dan usaha mengatisipasi kegagalan.
1.6.4        Lokasi dan Pelaksanaan Penelitian
Kegiatan penelitian ini diadakan oleh mahasiswa Universitas Airlangga, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Sosiologi yang diselenggarakan pada :
      Hari                 : Kamis - Minggu
      Tanggal           : 24 - 27
      Lokasi                         : Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
1.6.5        Metode Pengambilan Sampel
            Dalam penelitian ini, secara purposive lokasi diambil 3 dusun yang ada di Desa Sumberjo dengan populasi keluarga 958. Peneliti akan  mengambil sampel sebanyak 100 responden, dengan teknik Systematic Random Sampling. Populasi dalam kuliah lapangan ini adalah keluarga yang ada di masing–masing desa. Populasi yang dimaksud diperoleh melalui daftar rekapitulasi kartu keluarga.
1.6.6        Teknik Pengumpulan Data
a.       Data Primer          
      Data primer ini peneliti peroleh melalui cara:
Ø  Wawancara
            Yaitu melakukan wawancara dengan cara menggunakaan kuesioner, dimana kuesioner tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sebagian besar merupakan pertanyaan tertutup, dan pertanyaan-pertanyaan tersebut sebelumnya telah disusun sehingga pengajuan pertanyaan bisa dilaksanakan secara terstruktur. Responden yang diwawancarai sebelumnya telah di tentukan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan wawancara.
Ø  Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
            Selain tugas laporan penelitian yang harus diselesaikan oleh seluruh anggota kelompok, masing-masing individu juga mendapatkan tugas berupa wawancara secara mendalam (Indepth Interview).
            Wawancara mendalam tidak jauh beda dengan wawancara sebelumnya, yang menjadi pembedanya adalah dalam Indepth Interview peneliti dituntut untuk melakukan wawancara secara lebih detail, meliputi riwayat kehidupan, riwayat pekerjaan, serta riwayat organisasi yang pernah mereka ikuti, pengalaman–pengalaman yang pernah mereka rasakan.
            Responden yang dipilih untuk diwawancarai secara mendalam adalah tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Desa Sumberjo, misalnya tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, tokoh remaja, tokoh pendidikan, dan lainnya. Sedangkan untuk kategori profesi, meliputi, pedagang kaya, bidan, petani kaya, dan lainnya.
Hasil dari wawancara mendalam diolah dengan cara memaparkan secara deskriptif atau naratif. Hasil dari wawancara mendalam atau indepth interview biasa disebut life story. 
b.      Data Sekunder
Data sekunder ini peneliti dapatkan dari data yang telah didapatkan sebelum kegiatan penelitian berlangsung. Data sekunder yang peneliti dapatkan tersebut berupa monografi desa, daftar rekapitulasi data kependudukan, dan juga data mengenai penduduk setempat.
c.       Observasi Lapangan
Observasi lapangan ini peneliti lakukan terhadap kondisi lingkungan di desa, aktivitas–aktivitas yang dilakukan warga desa dan hal–hal lain yang terjadi di masyarakat untuk mendapatkan informasi secara visual. Dimulai dari survei untuk mencari data tentang penduduk dan monografi desa. Observasi juga dilakukan pada saat melakukan kegiatan wawancara. Survei terakhir yang dilakukan peneliti adalah keliling desa untuk meninjau langsung batas–batas Desa Sumberjo dengan desa yang lain. 
d.      Dokumentasi
Dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan desa secara fisik  ataupun keadaan sosial yang ada dengan menggunakan kamera digital dan telepon genggam. Digunakan pula untuk memberikan gambaran tentang kondisi fisik serta gambaran kegiatan masyarakat sehari-hari.
1.6.7        Teknik Analisis dan Interpretasi Data
Analisis dan intepretasi data dilakukan memalui dua tahap yaitu dari wawancara menggunakan kuesioner, dan mendapatkan data yang lebih mengarah pada data-data kuantitatif. Yang kedua melalui data dari tabel frekuensi untuk mengetahui penyebaran data yang kemudian diklasifikasikan. Yang kemudian diklasifikasikan menurut intepretasi teoritik.
Teknik analisis data dikembangkan dari data-data yang diperoleh selama penelitian, baik itu berupa data primer ataupun  data sekunder. Dengan cara menyederhanakan data tersebut, sehingga data tersebut dapat diinterpretasikan dan dipertanggungjawabkan. Penyederhanaan data dapat dilakukan dengan table frekuensi yang berfungsi:
1.      Mengecek apakah terdapat konsistensi antara jawaban responden atas pertanyaan dengan jawaban atas pertanyaan lain;
2.      Analisis suatu variabel yang meliputi deskripsi arti dari suatu variabel;
3.      Mempelajari kecenderungan persebaran data dari suatu variabe; dan
            4. Interpretasi teoritik dengan menggunakan 4 teori dari 4 tokoh Sosiologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar