Minggu, 07 Oktober 2012

Penyebab dan Akibat Revolusi Industri


Revolusi industri merupakan perubahan di bidang usaha mencapai hasil produksi dengan cara radikal dengan memanfaatkan mesin-mesin. Akan tetapi, revolusi yang berawal di Inggris pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 (sekitar tahun 1750-1850) ini tidak sekedar berpengaruh terhadap kemajuan industri. Akan tetapi, juga berpengaruh pada aspek budaya, sosiokonomi, teknologi.
            Terminologi “revolusi industri” sendiri diperkirakan mulai digunakan sejak seorang duta Prancis memperkenalkannya dalam surat. Isi surat tersebut mengumumkan bahwa prancis akan ikut serta dalam revolusi industri (la revolution industrielle) di tahun 1799.

Penyebab terjadinya revolusi industri
            Penyebab utama meletusnya revolusi ini di Inggris hingga sekarang masi di perdebatkan dan di anggap terlalu kompleks (tidak adanya 1 penyebab utama). Akan tetapi, kebanyakan ahli sejarah meyakini bahwa revolusi merupakan bentuk perkembangan dan perubahan-perubahan di bidang sosial dan kelembagaan. Perubahan ini disebabkan oleh kekuasaan feodalisme di Inggris Raya pasca terjadinya perang saudara di Inggris pada abad ke-17.
Dengan di perketatnya pengawasan batas-batas negara Inggris Raya, penyebaran wabah penyakit menjadi berkurang. Dan ini mencegah terjadinya wabah epidemik yang sering terjadi di kala itu. angka keselamatan hidup bayi-bayi dan balita meningkat. Hingga mungkin tersedianya tenaga kerja yang melimpah pada saat mereka dewasa.
            Gerakan revolusi agrikultural (sejak abad ke-15) di negara tersebut menyebabkan kegiatan produksi di bahan makanan lebih efisien tanpa perlu memperkerjakan banyak orang. Hal ini rupanya tidak seimbang dengan populasi tenaga kerja produktif yang terus bertambah. Mereka mengalami kesulitan mencari pekerjaan di bidang agrikultur di desanya masing-masing. Oleh karena itu terjadilah urbanisasi besar-besaran di kota-kota besar. Sehingga masyarakat banyak bekerja di bidang manufaktur, seperti menenun.
            Semakin hari pengusaha di rumahan di bidang manufaktur ini berkembang hingga akhirnya membentuk pabrik-pabrik. Pasar mereka pun menjadi luas dengan adanya kebijakan ekspansi kolonialisme (penjajahan ke negara-negara lain). hal ini bersamaan dengan di mulainya perdagangan internasional. Keadaan bertambah baik bagi industri manufaktur dengan di mulainya refolusi teknologi pada abad ke-17.
            Revolusi teknologi inilah yang dipercaya oleh banyak ahli sejaraha sebagai pemicu utama terjadinya revolusi ini. hal tersebut tentu terkait kemajuan teknologi kala mempermudah pekerjaan di bidang manufaktur, terutama setelah ditemukannya mesin-mesin bertenaga uap. Dapat di simpulkan bahwa penyebab revolusi industri di Inggris merupakan rentetan peristiwa dan aspek yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
            Di mulai dengan semakin makmurnya Inggris di bawah kekuasaan feodalisme kerajaan. Semakin berkualitasnya tenaga kerja yang dimiliki Inggris karena terlindungi dari wabah penyakit dan tersedianya bahan pangan berkualitas yang melimpah. Terjadinya arus urbanisasi di kota besar (seperti London) karena adanya revolusi agrikultural. Hingga semakin di hargainya penemu-penemu baru.
            Revolusi ini bagaikan memiliki domino. Ini karena pada tahun-tahun selanjutnya, negara-negara lain di eropa (dan juga Amarika Serikat) mulai terlibat dalam perdagangan Internasional dan ikut serta melakukan revolusi di bidang industri.

Akibat-akibat positif revolusi industri
Revolusi di Inggris terjadi kurang lebihnya 1 abad lamanya ini membawa angin segar inovasi di bidang teknologi  dan ilmu pengetahuan. Berikut adalah beberapa di antaranya :
1.      Kemajuan di bidang tekstil
Di awal abad ke-18, industri tekstil di Inggris hanya berpaku pada produksi kain wol yang dibuat handmade, ditenun satu demi satu oleh para pekerja tangan. Industri ini dikenal dengan sebutan industri rumahan. Keadaan lantas berubah semenjak terjadinya revolusi industri.
Revolusi di bidang teknologi berperan besar dalam memajukan industri tekstil Inggris. Dengan diciptakannya mesin tenun, mesin pemintalan, dan mesin-mesin pendukung produksi tekstil lainnya. Mesin pemintalan pertama bekerja dengan memanfaatkan tenaga keledai. Selanjutnya berkembang dengan memanfaatkan tenaga kuda, tenaga air dan sebagainya.
Dengan inovasi dan perbaikan di sana-sini, akhirnya para penemu bukan saja menciptakan mesin pemintalan yang lebih modern. Juga menciptakan mesin-mesin yang memungkinkan industri tekstil memproduksi kain dari bahan katun dan bahan lainnya. Mesin-mesin tekstil paling modern di masa revolusi ini menggunakan tenaga uap sebagai tenaga penggeraknya.
2.      Kemajuan di bidang metalurgi
Metalurgi merupakan ilmu mengolah dan merekayasa mineral dan logam sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan besar yang terjadi di bidang ini adalah penggantian penggunaan bahan bakar kayu ke bahan bakar mineral (batu bara). Meski sebenarnya menggunakan bahan bakar batu bara sebagai bahan bakar sudah diperkenalkan sejak tahun 1678 (sebelum revolusi industri). Akan tetapi, perkembangan dan inovasi yang signifikan terjadi saat revolusi industri.
Kemajuan di bidang metalurgi juga mengcakup pemanfaatan jenis-jenis hingga pembuatan baja. Ternik-teknik maju di bidang metalurgi saat itu menopang pembuatan mesin-mesin industri yang berkualitas.
3.      Kemajuan di bidang pertambangan
Pertambangan batu bara bukan baru di Inggris. Jauh sebelum revolusi industri, masyarakat Inggris sudah menggali terowongan untuk menambang mineral ini. akan tetapi, penambangan batu bara dengan cara tradisional bukannya tanpa risiko bahaya gas yang dihasilkan dari batu bara tersebut. Alat-alat yang masih konvensional dan metode penambangan yang seadanya menyebabkan kegiatan pertambangan batu bara bagaikan pertarungan hidup dan mati si penambang.
Untunglah mesin uap James Watt memberi solusi yang lebih baik. Mesin-mesin pendukung pertambangan yang dilengkapi lampu keselamatan mulai digunakan sejak terjadinya revolusi ini. selain itu, proses penggalian gua batu bara digantikan dengan cara yang lebih praktis. Dengan cara meledakkan gua dengan berbagai bahan kimia yang ditemukan selama revolusi tersebut.
4.      Kemajuan di bidang tenaga uap
Barangkali, inilah kemajuan yang paling populer dari revolusi industri. Diciptakannya mesin-mesin bertenaga uap merupakan kemajuan yang signifikan di berbagai industri. Ini karena dengan mesin bertenaga uap, para penguasaha tidak membutuhkan banyak pekerja (cukup mempekerjakan beberapa operator mesin saja) danproduktivitas produksi semakin meningkat.
5.      Kemajuan di bidang ilmu kima
Selama revolusi ini, banyak percobaan-percobaan kimia dilaksanakan. Metode-metode yang lebih efisien dalam menciptakan zat-zat kimia bermunculan. Seperti metode pembuatan asam sulfur, alkali, natrium karbonat, asam klorida, kalsium sulfida dan sebagainya. Penemuan-penemuan di bidang ilmu kimia merupakan jalan bagi terlaksananya inovasi-inovasi di bidang lain. Seperti, industri sabun, kaca, dan kertas yang efisien dan efektif.


6.      Kemajuan-kemajuan lainnya
Kemajuan-kemajuan lainnya yang disebabkan terjadi revolusi ini antara lain:
1.      Kemajuan di bidang permesinan (kecil dan besar)
2.      Penerangan dengan tenaga hidrogen, metana dan sebagainya
3.      Pembuatan kaca yang lebih modern
4.      Perkembangan metode-metode transportasi di London

Akibat-akibat negatif revolusi industri
            Meski membawa dampak positif pada perkembangan teknologi, revolusi industri juga memberi dampak negatif dalam aspek sosial. Salah satunya adalah arus urbanisasi besar-besaran. Arus urbanisasi ke kkota-kota besar pusat industri menyebabkan banyak orang desa yang terlunta-lunta di kota. Sementara, di bidang agrikultural di desa tidak terurus. Dengan kata lain, terjadi ketimpangan di bidang industri dan bidang agrikultural di Inggris selama revolusi industri.
            Orang-orang desa yang berurbanisasi ke kota-kota besar dengan mengaharapkan kehidupan yang lebih layak pun tidak semuanya beruntung. Penemuan-penemuan di bidang permesinan industri menyebabkan pabrik-pabrik tidak terlalu banyak memerlukan pekerja.
            Hal ini berimbas pada rendahnya upah pekerja dan panjangnya jam kerja. Imbas yang lebih jauh lagi adalah banyaknya anak di bawah umur dan wanita yang dipekerjakan karena upah mereka lebih rendah daripada pekerja laki-laki. Ini dianggap menguntungkan para pengusaha dan menekan biaya produksi.
            Upah yang rendah dan jam kerja yang tidak manusiawi berimbas pula pada kesenjangan kesejahteraan yang mencolok. Saat para pengusaha semakin sukses, para pekerja justru semakin susah.
            Kesenjangan ini seringkali menimbulkan ketegangan diantara kedua belah pihak hingga huru-hara menjadi hal yang lumrah terjadi saat revolusi industri. Secara tidak langsung, kesenjangan ini melahirkan idealisme-idealisme di bidang sosial politik, yakni kapitalisme (kaim pengusaha) dan sosialisme (kaum buruh).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar