Minggu, 02 Februari 2014

Demokrasi dan Dispersi Senjata Politik Menjelang Pemilu 2014

Pembedaan antara perjuangan terbuka dan perjuangan diam-diam sifatnya mendasar, berkaitan dengan tipe rezim politik yang besar. Di dalam demokrasi,  perjuangan politik terjadi secara terbuka, disaksikan secara penuh oleh publik, di dalam rezim-rezim aristokrasi, dia harus ditutup dan disembunyikan. Korelasi ini cukup sangat akurat, tidak seperti yang dicoba untuk dibangun antara “demokrasi dan dispersi senjata politik”.
Konflik politik di dalam demokrasi bersifat resmi yaitu dikenal dan diakui. Sangat sengit selama kampanye pemilihan umum, akan tetapi berlanjut dalam masa antara pemilihan umum.
Di dalam demokrasi pertentangan politik memperoleh sifat siklikal artinya pemilihan umum dalam jangka waktu teratur dan pasti mempunyai efek mengubah negara secara keseluruhan menjadi medan pertempuran politik, dimana nasib tergantung dari hasil pemilihan tersebut. Semua tindakan koersif kekuasaan , seluruh aparat untuk memaksakan kepatuhan, dengan demikian dilepaskan oleh pihak yang kalah dan diberikan ke tangan pemenang.  “Pemilihan Umum” dengan demikian secara sangat alami menjadi momen yang menentukan bagi pertempuran politik itu. Dalam hal ini perjuangan politik terjadi menurut pola yang ritmis melalui fase aktivitas yang seru setiap lima tahun sekali, yang menurun dalam masa-masa antara.  Rezim Diktaktorial , di pihak lain tidak pernah mengalami systolic dan dyastolic ini artinya pasang naik dan pasang surut dari pulsa politik ini.
Ada skema dan penyusunan strategi kontinu, dengan berbagai fraksi masuk dan gugur, akan tetapi setiap gelombang kegairahan politik rakyat hanya terjadi dibawah kesempatan -kesempatan secara kebetulan sama.  Dan diluar pemilihan umum, perjuangan politik melanjutkan sifat terbuka dan kontinu : perdebatan parlemen, polemik surat kabar, pertemuan dan diskusi, demonstrasi oleh partai, serikat-serikat buruh, dan berbagai organisasi, pergumulan tetap berlanjut dengan disaksikan secara penuh oleh setiap orang… itulah dispersi senjata politik, bahkan di dalam demokrasi, sejumlah politik tertentu berlangsung dibalik pintu tertutup, didalam suasana kerahasiaan atau dalam kesendirian yang khas.

(Analisis : Pendekatan Sosiologi Politik, dari berbagai referensi).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar