Minggu, 02 Februari 2014

Amin Rais Semakin Menguliti Jokowi

Tokoh reformasi 1998 Amien Rais belakangan makin gencar mengritik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Dia menilai ada kekuatan modal di belakang Jokowi yang bakal menyandera mantan wali kota Solo itu. Merespon sinyalemen Amin Rais terebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menantang Amien Rais untuk mengungkap siapa pemodal besar Jokowi untuk maju sebagai capres 2014 seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumulo.  Kritik2 yang dilancarkan oleh  Amien Rais tersebut mengundang serangan balik dari kubu Jokowi yang sangat agresif. Apa yang melatar belakangi sikap agresif pendukung Jokowi ?.
Jika dilihat dari  perspektif sosiobiologi secara umum, perilaku agresi berkembang karena adanya kompetisi sosial yaitu kompetisi terhadap sumber daya terutama sumber ekonomi. Dalam hal ini satu macam sumber daya yang dipandang terbatas, diperebutkan oleh pihak-pihak yang berkompetisi. Perilaku agresi menurut perspektif ini merupakan sesuatu yang fundamental karena merupakan strategi adaptasi dalam kehidupannya.Dalam pandangan ini manusia akan  bertindak agresif ketika sumber daya yang penting itu terbatas, ketika mengalami ketidaknyamanan, ketika sistem sosial tidak berjalan dengan baik, dan ketika ada ancaman dari pihak luar .
Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang sosiologi politik dalam pengertian yang liberal, pemenang kompetisi dalam perebutan kekuasaan memerlukan persyaratan memiliki kekuatan, memiliki kekayaan, memiliki kepintaran serta memiliki kemampuan untuk untuk berbuat kelicikan. Dalam pengertian ini, untuk meebut kekuasaan tidak ada larangan untuk menempuh  segala cara.  Sebagai mana pandangan Max Weber yang menandai terjadinnya pergolakan karena adanya kelas dalam masyarakat yaitu kelas atas atau feodal yang memiliki kapital yang melingkari kekuasaan dan kelas bawah yang merasa tertindas baik secara politik maupun  ekonomi.
Indonesia boleh disebut sebagai negara liberal kapitalis dimana pemilik modal cenderung berada didalam lingkaran kekuasaan.  Beberapa pengusaha terkemuka di Indonesia kita semua tahu terjun dalam dunia politik, artinya adanya pemodal dalam politik di  Indonesia adalah hal yang lumrah saja.  Amien Rais tentunya sangat memahami situasi tersebut, ketika hal ini disinggung, pendukung Jokowi merespon dengan sikap yang agresif menyerang balik Amien Rais.
Jika kita lihat sejarah masa lalu, Amien Rais lah yang dituding mengganjal  Megawati dengan menaikkan Gus Dur  sebagai presiden yang menimbulkan rasa traumatic pada kubu Jokowi terhadap Amien Rais. Perasaan trauma inilah yang sesungguhnya menjangkiti kubu Jokowi dan mendorong sikap Agrisif. Amin Rais menjadi musuh nomor wahid karena merupakan ancaman terhadap keinginan  lepas dari ketidak nyamanan dan pengharapan kehidupan lebih baik.
Teori-teori politik seperti yang saya singgung diatas tentunya  tidak diragukan sangat dikuasai oleh Amien Rais. Apa yang dilontarkan oleh Amien Rais adalah sebuah permainan otak seorang ahli ilmu politik untuk mengguncang kubu Jokowi, dan permainan otaknya berhasil. Anomali lingkaran Jokowi yang over protektiv inilah yang ingin ditunjukkan oleh Amien Rais ketengah publik. Sebuah trik politik yang brilian, menjegal Jokowi nyapres dengan memanfaatkan pendukung Jokowi sndiri. Sebab, sebagaimana budaya kita, keramahan dan kesantunan masih memiliki nilai yang dijunjung tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar