Senin, 18 Februari 2013

Timnas Garuda Mencoba Mengepakkan Sayap


Pelajaran penting yang dapat dipetik oleh PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia dari hasil 0-1 yang mampu dibawa pulang ketika berhadapan melawan tim Irak adalah kita gagal meraih kemenangan berapapun hasil pertandingannya. PSSI harus belajar dari kekalahan dan kekalahan yang menimpa tim nasional negeri ini, kalah dengan skor kecil pun menyebabkan langkah timnas menuju Piala Asia di Australia pada tahun 2015 kian menipis. Pengurus PSSI dan badan sepak bola lainnya di Indonesia harus sadar dan berbenah diri untuk tidak hanya bertikai memperubutkan kepentingan pribadi masing-masing dengan mengorbankan masa depan sepak bola Indonesia.
Para tokoh sepak bola yang ada di Indonesia harus bersatu, mereka harus mau merenungi kesalahan mereka selama ini dengan mengedepankan perdebatan merebut kursi pimpinan PSSI. Bahkan, dualisme kepemimpinan karena adanya dua induk sepak bola Indonesia telah membuktikan bahwa sepak bola Indonesia sudah diambang kehancuran.
Merujuk pada hasil yang diperoleh Irfan Bachdim cs memang layak diapresiasikan, secara pribadi saya salut dengan daya juang para pemain timnas Indonesia yang mampu membuat barisan depan timnas Irak frustasi dan mereka hanya bisa mencetak satu gol semata wayang lewat kapten mereka Younis Mahmoud pada menit ke-66. Hasil tersebut membuat Irak sukses meraih poin penuh pada laga awal mereka di babak kualifikasi Piala Asia 2015.
Harapannya tentu saja ketika Arab Saudi bulan Maret mendatang akan bertandang ke Jakarta serta lawan-lawan selanjutnya dapat ditaklukkan!!! Mari sama-sama kita doakan untuk kemajuan sepak bola Indonesia tercinta ini.
Salam olahraga...!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar