Senin, 04 Februari 2013

Hebohnya Rasyid Rajasa, Raffi Ahmad, dan Luthfi


Tahun 2013, belum baca ramalan fengshui tahun ini. Sudah tak ada Mama Lauren yang suka bikin saya takut dengan ramalannya di TV. Namun sejak 1 Januari, mentari merekah pertama di 2013 televisi telah dihiasi berita yang spektakuler. Bukan kembang api, hiburan tahun baru namun kecelakaan yang melibatkan Rasyid Rajasa. Kecelakaan ini menjadi perhatian publik karena Rasyid putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang sekaligus besan Presiden SBY.
Belum usai kegemparan berita ini, sudah menyusul berita tertangkapnya Raffi Ahmad  di rumahnya dengan barang bukti 2 linting ganja dan obat yang mengandung katinona. Sebagai seorang pesohor yang karirnya tengah mengkilap tentu saja berita ini menjadi santapan empuk infotainment alias berita gosip. Apa lagi ada bumbu Wanda Hamidah di sana.
Pada akhirnya tersingkap satu-satu, Irwansyah dan Zaskia Sungkar yang dilepas BNN karena tak terlibat. Tiga hari kemudian Wanda Hamidah dilepas karena tak ada bukti sebagai pemakai narkoba. Dengan penampilan modis dan berkacamata Wanda pun melakukan konferensi pers. Bahwa seluruh insan pers agar membersihkan namanya yang telah dihantam dengan pemberitaan yang tidak benar. Lha situ sendiri yang kenapa subuh-subuh sudah ada di rumah perjaka? Siapa yang tak tergoda untuk membicarakan  dan mencari-cari alasannya?
Masih hangat kasus Raffi Ahmad, sudah datang lagi berita yang bak roti hangat baru diambil dari oven, masih kebul-kebul berasap dan menggiurkan untuk disantap! LHI Presiden PKS ditangkap KPK dalam kasus suap daging sapi  impor.
Siapa yang tak tergoda untuk menyantap berita “fresh from oven” ini? Maka ramailah media baik media mainstream cetak dan elektronik.
Apa hikmahnya bagi kita pembaca dan penonton dari topik-topik hangat ini? Semua berita di atas menjadi berita karena pelakunya. Mereka adalah manusia pembuat berita. Coba saja  diganti si alan, si Naya, si Dadap yang menabrak Luxio, ditangkap BNN sedang pesta narkoba, ditangkap KPK dalam kasus suap. Maka tak akan lama muncul di koran. Mungkin akan sekali saja muncul, kemudian muncul lagi di halaman belakang, dalam secuil kolom. Akhirnya hilang tak berbekas.
Bahkan LHI pun akan mendingin, apa lagi jika muncul lagi “roti” yang lebih hangat dari dapur peristiwa……
Baiklah, semoga tahun 2013 yang baru berjalan sebulan kita jalani dengan baik-baik saja. Semoga bangsa Indonesia tetap utuh sebagai NKRI. Tidak tenggelam  oleh banjir,  runtuh karena narkoba, maupun jatuh ke jurang akibat korupsi. Segawat apa pun kondisi narkoba atau korupsi toh selama ini sebagai bangsa kita masih berjalan dengan baik. Roda pemerintahan, roda perdagangan, dan roda-roda lain selagi masih bundar masih berjalan terus mengelinding.
Yah, sebagai rakyat, saya hanya berharap penegak hukum berlaku adil. Bagi yang bersalah, sudahlah akui saja.
Mari kita lalui hari demi hari dengan keriangan, walau ada kesedihan bagi mereka yang dirundung masalah. Toh kata Chrisye “Badai Pasti Berlalu”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar