Senin, 04 Februari 2013

Sapi dan Integritas


Kasus LHI yang korupsi sapi itu menarik dianalisis menggunakan perspektif integritas. Sebagaimana teori yang membangunnya, integritas itu diisi oleh beragam komponen, salah satunya adalah konsisten atau istiqamah.
Beberapa hari ini, media massa dihebohkan oleh tertangkapnya seseorang yang diduga menjadi penyuap seorang Presiden.  Bukan Presiden SBY, tetapi Presiden PKS. Mengapa menjadi demikian heboh? Ada banyak penjelasan tetapi yang paling umum karena PKS mengusung partai yang bersih dan peduli.
Bersih artinya tidak [pernah] korupsi, dan peduli atau sangat care pada masalah-masalah orang lain. Mungkin sistem dalam kelembagaan partai sudah cukup bagus. Setidaknya secara kasat mata, koruptor di tubuh PKS tidak sebanyak di partai lainnya. Tetapi, prestasi itu semuanya hancur dalam satu hari. Mengapa? Karena yang tersangka langsung Presidennya!
Seperti disinggung di atas, presiden PKS telah menghancurkan sikap intergritas lembaga ini. Dengan tidak amanah dan konsisten itu, maka bukan hanya sistem kelembagaannya yang diragukan, tetapi juga kader-kader yang selama ini mendinamisasi parpol ini.
Dengan demikian, integritas itu ternyata tetap kembali kepada pribadi-pribadi. Sebab sebaik apapun sistemnya, jika orang-orang yang ada di dalamnya tidak memiliki integritas, maka lembaga itu bisa hancur dari dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar