Senin, 18 Februari 2013

Enam Kemungkinan Bakal Calon Presiden 2014


Berdasarkan nama-nama yang muncul pada tahuh 2014, yang akan terjadi adalah pemaksaan atau orang tak layak menjadi presiden Republik Indonesia terpaksa menjadi presiden RI. Kondisi ini sama dengan SBY yang menjadi presiden karena tidak ada pilihan. Istilah tepatnya terburuk dari yang buruk, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden karena terpaksa.
Nah, pada tahun 2014 nanti, yang akan terjadi adalah skenario buruk dan sangat buruk namun mungkin lebih baik dari keadaan buruk pemerintahan abal-abal SBY ini. Akan ada enam kemungkinan calon presiden.
Pertama, tahun 2014 calon yang muncul Ical bisa dibilang tak layak menjadi presiden karena belepotan dengan kasus perpajakan dan Lumpur Lapindo. Jika Ical menjadi presiden RI maka kondisi Indonesia akan semakin liberal dan amburadul dibandingkan dengan sekarang. Dalam kelompok ini akan muncul pula Suryo Paloh jika NasDem menang. Namun hasilnya akan sama karena Suryo Paloh adalah Golkar.
Kedua, lalu kemungkinan Megawati atau orang dekat Megawati yakni Maharani. Maharani belum mampu menunjukkan apa-apa selain mendompleng keluarga. Jelas kondisinya akan mirip jika Megawati maju dan menjadi presiden. Juga masuk kelompok ini keluarga SBY, entah Ani Yudhoyono atau Pramono Edhie Wibowo.
Ketiga, Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta adalah kelompok orang-orang yang akan membawa Indonesia ke jurang segregasi agama dan kepercayaan, kecuali Hatta Rajasa yang cenderung nasionalis.
Keempat, para idealis dan orang waras dan normal. Jokowi, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Komaruddin Hidayat, Mahfud MD dan Jusuf Kalla. Mereka adalah manusia normal dan waras di tengah partai-partai korup yang tak akan mencalonkan mereka. Jadi mereka tak akan menjadi calon.
Kelima, tokoh harapan di tengah keterpurukan. Prabowo dari Gerindra dan Wiranto dari Hanura yang tampak serius ingin membenahi Indonesia dengan cara yang ksatria dan nasionalis. Partai-partai koruptor dan rakyat yang kurang waras tak akan mendukung baik Prabowo maupun Wiranto. Mereka adalah ancaman bagi keberlangsungan korupsi partai-partai korup seperti PKS, Demokrat dan kawan-kawan.
Keenam, para pemimpi seperti Rhoma Irama dan Farhat Abbas. Mereka ini hanya menjadi penggembira daripada menganggur tidak ada kerjaan ada hiburan untuk menjadi bahan parodi dan tertawaan serta candaan di dunia maya. Mari kita buktikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar