Sabtu, 23 Februari 2013

Mengapa Presiden Tagih Utang Lapindo?


Gak ada angin, gak ada hujan, gak ada badai, SBY tiba-tiba mengingatkan tentang Luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur. SBY mengingatkan PT Minarak Lapindo Brantas agar menyelesaikan kewajiban yang kurang sebesar Rp 800 milyar lebih segera dibayarkan.
SBY mengatakan hal tersebut kepada peserta rapat kabinet di istana negara : “Sampaikan ke Lapindo, kalo janji ditepati, kalo main-main dengan rakyat, dosa dunia akhirat”. Semua yang mendengar pidato SBY ini terdiam, disatu sisi merasa salut dengan SBY, ditengah masalah yang mendera Partai Demokrat masih ingat rakyat Sidoarjo dan janji PT Lapindo yang belum selesai terealisasi, disisi lain peserta rapat jadi teringat, Luapan lumpur Lapindo tidak pernah terselesaikan dengan baik selama pemerintahan SBY. Luapan lumpur Lapindo yang menurut banyak orang adalah bencana buatan manusia, namun menurut Mahkamah Agung adalah bencana Alam.
Merespon pidato presiden, Karni Ilyas dengan acara Indonesia Lawyers Club TV One pun membahasnya khusus selasa malam di ILC dengan judul "Presiden Tagih Utang Lapindo". Salut buat bung Karni Ilyas yang berani mengangkat tema tentang Lumpur Lapindo ini, karena di berbagai media sosial banyak pihak yang mencibir acara ILC TV One, karena topik yang selalu diangkat adalah tentang Demokrat dan PKS saja, tentang Partai Golkar tidak pernah (mungkin gak enak dengan ARB si pemilik TV One). Tema malam ini selain merupakan pembelaan dari kubu PT Lapindo yang di wakili oleh Andi Darusalam dan DPP Golkar yang diwakili oleh Muladi, sekaligus menjawab cibiran dan kritik kenapa TV One tak pernah membahas tentang lumpur Lapindo.
ILC sendiri berlangsung baik, tanpa ada debat kusir, tak ada tarik urat leher seperti tema-tema sebelumnya, bahkan Muladi sempat menyatakan keberatannya dengan istilah "ganti rugi", karena kata tersebut merujuk kepada sanksi hukum, ia ingin menggunakan kata jual beli, dan juga istilah "lumpur lapindo" karena menurut MA hal tersebut merupakan bencana alam, maka lebih tepat menggunakan kata "Lumpur Sidoarjo". Satu hal yang pasti ARB, yang teringat pesan ibunya agar mengutamakan rakyat, bersedia membantu untuk membeli tanah warga yang terdampak luapan lumpur, sampai saat ini mereka mengklaim telah mengeluarkan Rp 9 triliun lebih, ARB berjanji akan segera melunasi janjinya yang masih kurang ratusan milyar tersebut.
Di akhir acara, semua pihak tersenyum, SBY tersenyum karena membuat pihak Lapindo ingat janjinya, ARB tersenyum karena bisa menjelaskan kepada rakyat banyak tentang niat baik dirinya menjalankan amanah almarhumah ibunya padahal luapan lumpur tersebut adalah bencana alam, bukan salah dirinya (masak sih??? heheheh).
Bener apa yang dikatakan Ruhut Sitompul, orang-orang tidak tahu seberapa dekat SBY dengan ARB, mereka itu sahabat dekat, SBY sayang kepada ARB, ARB pun sayang kepada SBY, jadi tidak mungkin perkataannya untuk menyakiti hati ARB, justru untuk membantu ARB mendapat simpati rakyat Indonesia menjelang pemilu 2014. Ini baru namanya sahabat sejati. Teman dikala senang dan susah, saat SBY senang ARB diangkat jadi menteri, saat SBY susah ARB pun diajak susah dengan harus segera merealisasi janjinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar