Senin, 04 Februari 2013

KPK Punya Bukti, PKS Punya Rasa


PKS bersikeras bahwa kasus penangkapan LHI merupakan konspirasi yang inginmenghabisi mereka sebagai partai yang bakal masuk dalam 3 besar pemilu 2014 (sok jumawa). Bahkan HNW pun sempat mengaitkan penangkapan LHI dengan gerakan zionis (opo tumon?).
Tuduhan PKS ini memang bisa membangkitkan militansi dan loyalitas para kader mereka, tapi bisa menjadi bumerang bila tuduhan tersebut terbukti hanya upaya cuci tangan dan mencari kambing hitam, sama seperti cara-cara rezim ORBA yang selalu memunculkan stigma bahaya laten komunis untuk menjaga loyalitas kepada rezim orba yang otoriter saat itu, untuk mematikan sikap kritis pengkikut dan menamankan mental pejah gesang ndherek pemimpin. Tuduhan itu justru akan memperburuk citra PKS bila ternyata KPK bisa membuktikan bahwa mereka tidak asal tangkap dan bisa menujukkan bukti-bukti keterlibatan LHI. Sejak awal KPK mengatakan bahwa mereke tidak gegabah melakukan penangkapan tanpa bukti, dan KPK sudah memiliki 2 bukti awal yang kuat sebelum menetapkan LHI sebagai tersangka, dan pada saat melakukan penggeledahan lanjutan, KPK pun makin yakin dengan keterlibatan LHI dengan adanya tambahan bukti-bukti baru yang memperkuat bukti keterlibatan LHI.
Agak kontradiktif memang, di saat PKS menuduh KPK tebang pilih karena melakukan penangkapan LHI yang menurut PKS tidak disertai bukti, walau pun KPK sudah mengatakan punya cukup bukti yang akan dibuka di pengadilan, karena belum saatnya untuk dibuka untuk publik, justru PKS malah yang melakukan  tuduhan tanpa bukti, yang hanya berdasarkan perasaan semata. Untung saja selama ini KPK tidak bekerja dan menetapkan tersangka hanya berdasarkan perasaan semata, apalagi pakai perasaan lebay campur paranoid seperti yang diperlihatkan oleh PKS.Sok merasa suci saja dan kalau mengalami musibah, menyalahkan pihak lain dengan tuduhan sirik ingin menjatuhkan dengan konspirasi. Opo tumon?
KPK punya bukti, PKS punya rasa (gedhe rumongso alias ge-er). PKS oh PKS, itu kan hanya perasaanmu saja, jangan terlalu lebay dan paranoid ah…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar