Sabtu, 23 Februari 2013

Akhirnya Anas Jadi Tersangka


Bagaikan bisul yang matang dan akhirnya pecah, demikian halnya dengan penantian para pemerhati politik di negeri ini. Setelah publik penasaran menanti sekian lama dan santer sekali namanya disebut-sebut di berbagai media mengenai kasus Hambalang, bahkan merambat ke bocornya dokumen KPK berupa Surat Perintah Penyidikan alias Sprindik atas nama beliau, Anas Urbaningrum akhirnya Jumat kemaren resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Pasal yang dikenakan terhadap AU adalah pasal penerimaan gratifikasi atau hadiah saat beliau masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat berkaitan dengan proyek Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya. Walaupun terkesan anti klimaks, namun tetap saja penetapan AU sebagai tersangka ini menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat mulai dari kaum populis alias pemuja jaring media sosial hingga kaum politikus elit yang berkomentar macan-macam.
Hingga saat ini, AU masih menjabat sebagai Ketua Umum parpol pemenang Pemilu 2009 yang dikenal dengan nama Partai Demokrat. Lantas bagaimana reaksi kolega separtai AU ? Berbagai komentar bermunculan mulai dari yang sedih ingin menangis hingga pernyataan yang menyatakan AU harus mundur sebagai Ketua Umum PD. Bagaimana dengan reaksi dari AU sendiri terhadap penetapan beliau sebagai tersangka oleh KPK ? Sepertinya AU santai saja seperti di pantai, beliau malah menyambut keputusan KPK tersebut dengan memasang status Blackberry Messenger berupa peribahasa Jawa yaitu “Nabok nyilih tangan” yang secara harafiah berarti memukul seseorang dengan meminjam tangan orang lain.
Lalu bagaimana tanggapan dari sang pendiri PD yang gaya bicara dan bahasa tubuhnya dijiplak mentah-mentah oleh AU, mengenai penetapan anak emasnya tersebut sebagai tersangka oleh KPK ?
Apa tanggapan saya sendiri mengenai hal penetapan AU sebagai tersangka KPK ini ? Saya hanya bingung dan kemudian bertanya-tanya sambil berkhayal mungkinkah sebelum Pemilu 2014 nanti akan ada seorang mantan Ketua Umum sebuah partai politik yang digantung di Monas ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar