Senin, 18 Februari 2013

Licinnya Gerak Politik Anas


Sejak SD hingga perguruan tinggi, ia selalu juara. Mahasiswa Teladan dan lulusan terbaik Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga tahun 1992 ini, juga dikenal aktif berorganisasi sejak SMP. Saat sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir, Blitar ia tercatat sebagai Sekretaris OSIS. Lalu menjadi Pengurus OSIS SMA Negeri Srengat, Blitar. Dari OSIS Anas semakin melangkah lebih jauh, memimpin organisasi kemahasiswaan berskala nasional: Sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI ) periode 1997-1999. (sumber Google)
Ya,siapa yg tak kenal dengan sosok Anas, Politikus Muda yg Cerdas, Santun, dan berpenampilan lembut dan Kalem ini. Berbekal kecerdasan dan pengalaman yg kuat dalam berorganisasi Anas terus berpetualang dalam Politik, hingga ia terdampar menjadi anggota KPU Periode 2001-2005, karirnya terus meroket hingga ia bisa menduduki Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2010-2015. Dengan menyingkirkan pesaing utamanya yg tidak kalah sosoknya dgn Anas, yaitu Andi Malarangeng (Mantan Menpora) yg didukung dari Istana Cikeas dan Marzuki Ali (Ketua DPR RI Periode 2009-2014).
Ditengah-tengah perjalanan Politiknya yg semakin menanjak, Anas terjebak kedalam lingakaran dan pergaulan orang-orang yg suka memanipulasi uang negara. Sampai si Bendahara Nakal Demokrat M.Nazarudin (Mantan) ketangkap dan dijemput pulang ke Tanah Air dari pelariannya, karena terlalu aktif dalam kegiatan Korupsi-mengKorupsi. Dari aroma nafas Nazarudin lah keluar nyanyian-nyanyian tak merdu tentang Anas, ditambah media-media menggiring Anas ke masyarakat dengan bekal dari nyanyian Nazarudin pula, sehingga perlahan tapi pasti tingkat Elektabilitas Demokrat semakin terjerembab kedasar jurang.
Ini menbuat Tuan Presiden SBY sebagai Pendiri Partai Demokrat menjadi tidak nyaman dan tidak senang akibat partainya semakin terpuruk, ditambah waktu itu jagoannya, Andi Malarangeng kalah dalam Perebutan Kursi Ketua Umum Partai Demokrat, maka semakin menambah kekecewaan Tuan Presiden terhadap Anas. Oleh karena itu dimulailah strategi untuk menggoyang Anas, Dimana SBY menggunakan strategi main catur, Lalu dipakailah “PION” yg bernama “si Poltak Raja Minyak” Mr. Ruhut Sitompul Pengacara ngetop itu dan yg gonggongannya selalu tidak sedap ditelinga.
Bukan Anas namanya, sekelas Ruhut saja malah bisa balik dilengserkan, padahal junjungannya Tuan Presiden lho! Lalu dgn segala upaya SBY membuat straregi lagi dengan mengintervensi KPK, itupun KPK masih belum kuat untuk menjerat Anas, dikarenakan masih kekurangan alat bukti. Saat Presiden SBY di Mekah, tersebutlah keluar 8 butir Solusi untuk menyelamatkan Partai Demokrat, yg mana salah satu isi butir “Mem Bonsai” Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, yaitu butir ke 7 yg bunyinya: “Sementara langkah penyelamatan diambil Ketua Majelis Tinggi, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum diberi kesempatan untuk memfokuskan diri menghadapi masalah dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi.Partai Demokrat siap memberi bantuan hukum kepada Anas”.
Kalo mau jujur bukan Anas saja yg membuat Partai Demokrat terpuruk, mulai dari Tuan Presiden SBY sendiri dgn gaya kepemimpinannya, trus sampai kader-kadernya yg terlibat Korupsi juga ikut ambil bagian dalam keterpurukan Partai. Dan akankah isi butir ke 7 ini menjadi sinyal SBY ke KPK untuk meningkatkan status Anas menjadi tersangka kasus Hambalang dan segera menjadi penghuni “Hotel Prodeo”?. dan apakah sikap Anas akan sepeti biasanya, tetap santun dalam menyikapi keputusan Majelis Tinggi tsb diatas? Atau Anas mempunyai strategi jitu untuk melawan..hanya Anas yg tau..!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar