Senin, 21 Januari 2013

Menonton Dua Kompetisi Sepak Bola yang Disiarkan Dua Grup Stasiun TV, ‘Why Not?’


ISL sudah bergulir di 5 Januari 2013, disiarkan oleh grup VIVA, sementara Maret  nanti IPL kabarnya akan disiarkan oleh media luar NC (Newscorp) secara lebih luas. Apa artinya itu? Akan ada lebih banyak alternatif tontonan.
Jujur saja jadi penasaran melihat Persebaya Surabaya main dengan kesebelasan IPL secara penuh (kalau boleh sih jangan ada pertandingan ‘walk out’ karena kurang ongkos). Dan kalau situasi membaik, mudah-mudahan kedua kompetisi dapat disatukan langsung dengan mengadu dua juaranya sekaligus atau 4 besarnya dalam satu turnamen, sehingga Januari 2014 hanya ada satu kompetisi.
Apakah IPL-lovers menonton ISL jadi berdosa? Belum ada fatwahnya, sebaliknya juga kalau ISL-lovers menonton IPL yang disiarkan stasiun TV kabel di Amerika, misalnya, kan ikutan bangga juga dan tidak perlu merasa terpukul.
Kabarnya NC menyanggupi biaya kompetisi IPL sampai 250-300 milyar. Untuk sebuah tontonan ini termasuk murah, karena biaya manggung Lady Gaga yang gagal kemarin pun sekitar 7-10 milyar untuk 1 kali nampil, sementara dari 10 ribuan lebih penggemar Justin Bieber di Sentul tahun 2011 minimal mengeluarkan uang total 5 milyar rupiah.
Jadi, saya mengajak semua teman-teman di kanal bola memandang ini semua semata-mata dari kaca mata hiburan, karena unsur politis di persepakbolaan Indonesia sudah tidak lucu lagi.
Penggiringan opini bahwa ISL itu ‘beringin’ dan IPL itu ‘non beringin’ sepertinya tidak sepenuhnya diterima penonton. Massa beringin gak mungkin sebanyak itu, yang tampak di televisi hanyalah suporter yang cinta klub ‘klasik’-nya dan sudah dari kecil mungkin memiliki baju seragam, pin, ‘jersey’ dan hafal lagu-lagu mars klubnya.
Dan biarkan setahun ini seleksi alam berbicara, apakah ISL yang ‘kabarnya’ lesu darah akan mampu menyelesaikan kompetisinya tanpa menyusu APBD, atau apakah IPL sanggup menarik perhatian penonton dengan kualitas kompetisi 250-an milyarnya.
Cintailah sepak bola dengan sederhana, cari sisi menghiburnya. Dua tahun ini yang rumit-rumit cuekin saja, ada sekelompok orang penyuka kerumitan yang sudah dibayar untuk pusing mengurusinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar