Selasa, 29 Januari 2013

Hitam Putih, Mulutmu Harimaumu

Rasanya aneh kalo ada orang yang tidak pernah nonton Hitam Putih di salah satu tivi swasta ternama. Dilihat sekilas, Hitam Putih adalah sebuah talkshow seperti Kick Andy dan Just Alvin. Layaknya sebuah talkshow, ada bintang tamu yang “dikuras ceritanya yang hitam maupun putih” oleh si presenter. Yang unik presenter Hitam Putih adalah seorang Master Mentalist top, Deddy Corbuzier. Dengan kemampuannya sebagai seorang Mentalist, Deddy menggiring tamunya bercerita panjang lebar, sampai sering ada kata tertentu kena sensor. Sebagai orang awam sempat terpikir, kok tidak ada satupun tersangka koruptor yang diundang ke acara itu. Beberapa pertanyaan timbul di benak saya : apa memang mereka tidak diundang karena alasan tertentu? atau para koruptor itu menolak hadir karena takut semua rahasia dapurnya terkuak setelah ngobrol tanpa sadar dengan si Deddy? Seandainya Deddy Corbuzier bisa dihadirkan dalam persidangan koruptor sekedar untuk “membuka mulut” tersangka, rasanya semua masalah korupsi bisa jelas terungkap. Sayangnya ini hanya sebuah mimpi dari seorang rakyat jelata yang menginginkan keadilan terkuak di muka bumi Pertiwi.
Saya kasih jempol tayangan beberapa malam lalu yang menampilkan pengacara kondang FA, suami penyanyi pop melankolis Nia Daniaty. Kesan saya selama ini, FA itu sangat arogan. Sifat arogan dan dominannya saya lihat saat memaki Rumor dengan sebutan “banci kaleng” berulang-ulang dalam sebuah tayangan infotainment. Kalo FA mau marah sama seseorang, ya sah-sah saja. Tapi kemarahan yang diumbar dan disiarkan oleh infotainment sampai ke pelosok Indonesia jelas sangat memalukan dan mencemarkan nama baik orang yang dihujat. Kan kasihan orang dihujat di media massa. Saya jadi memberikan penilaian minus terhadap pribadi FA dan tindakannya tersebut. FA juga berkicau mirip cucakrowo dalam Twitter sehingga menyinggung perasaan etnis tertentu. Bagi saya pribadi, ini bukan perilaku yang baik dan teladan untuk Capres Indonesia di masa depan.
Yang menarik saat Hitam Putih yang bintang tamunya FA, ternyata si FA ini ciut juga nyalinya ditanya-tanyain sama Deddy Corbuzier. Ekspresi dan tingkah arogannya bagaikan kucing disiram air saat harus menjawab beberapa pertanyaan secara cepat. Terlihat jelas di layar kaca bagaimana ekspresi seorang FA. Untuk menghilangkan rasa salting tersebut, sampai menjawab Jokowi Gubernur Banjir Indonesia. Kok begitu jawabnya tentang Jokowi?apa tidak cukup selama ini Jokowi malang melintang membereskan Jakarta? OMG…itulah kualitas seorang FA.
Kalau mau lihat bagaiman tabiat sebenarnya dari seorang bintang tamu, nontonlah Hitam Putih. Acara ini benar-benar sip dan saya banyak belajar membaca karakter bermacam manusia didalamnya. Mulutmu harimaumu, itulah yang terjadi disana. Anda salah jawab sama artinya anda menggiring diri anda sendiri dalam suatu labirin yang tidak ketahuan dimana pintu keluarnya. Bravo buat Deddy Corbuzier dan Hitam Putih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar