Selasa, 15 Januari 2013

Bisakah Timnas Indonesia Ditangani Oleh Selain PSSI Yang Sah?


Beberapa hari ini ada beberapa informasi yang cukup menggelitik dan membuat saya tersenyum-senyum sendiri menahan tawa ketika membacanya. Soalnya pas membaca ini saya sendirian sih jadi cuma bisa senyum-senyum sendiri menahan tawa. Hihi.. Kalau ada teman saya yang lain yang juga ikut membaca, pasti akan ada gelak tawa yang ramai melihat informasi ini. Haha..
Lho memangnya informasi apa sih yang membuat Black Diamond tersenyum menahan tawa?
Hihi.. Kasih tahu ga ya..?? Ah.. saya jadi serba salah nih. Kalau dikasih tahu terus ada teman-teman pembaca yang tertawa, pasti artikel ini diminta pindah ke kanal humor.Haha..
Baiklah saya akan beritahu informasi yang membuat saya geli hati saya. Tapi dengan satu syarat ya.. Kalau memang ingin tertawa jangan terlalu keras. Soalnya nanti kalau ketahuan Admin Kompasiana, pasti artikel ini disuruh pindah ke kanal Humor. Wah nanti malah seperti pedagang kaki lima yang disuruh pindah oleh satpol PP yang berwajah galak.. Hiiii.. takut ah..
Informasi yang membuat saya tersenyum adalah informasi yang didapat dari kubu KPSI dan juga dari “yang diduga kuat” sebagai pendukung setia KPSI yang menyamar menjadi pendukung klub ISL. Informasi itu tentang : Keinginan agar Timnas Indonesia ditangani/kelola oleh pihak lain yang dianggap netral.
Lho koq informasi itu bisa membuat Black Diamond tersenyum sih? Kan itu informasi biasa yang tidak ada lucunya sama sekali..
Hehe.. Kalau anda menganggap hal itu tidak lucu yang gak apa-apa. Mungkin itu karena anda tidak berfikir jauh kedepan tentang apa yang terjadi jika timnas Indonesia dikelola oleh yang bukan PSSI.
Tapi saya ingin berbagi kelucuan ini dulu ya, yang membuat saya tersenyum geli membacanya.
Yang pertama adalah informasi yang saya dapat dari “MAJIKAN”nya dulu ya, yaitu KPSI. Baru kemudian informasi dari “yang diduga kuat” sebagai pendukung setia KPSI yang menyamar menjadi pendukung setia setia Klub ISL.
Informasi dari “Kubu yang mengaku PSSI” (baca : KPSI) ini menurut saya sangat lucu. Karena bagi para pemerhati sepakbola Indonesia yang selalu mengikuti perkembangan sepakbola tanah air pasti tahu apa yang sebenarnya yang terjadi. Tapi orang-orang KPSI ini tetap saja melantur mendongengkan imajinasi serta khayalannya tentang dirinya.
Yah.. Tapi sebagaimana dongeng dengan daya khayal dan imajinasi tak berdasarpada umumnya, yang percaya pada dongengan ini juga pastilah sebagian besar adalah anak kecil ataupun ABG yang masih mencari identitas diri. Dan orang-orang yang berfikiran dewasa pasti hanya tersenyum saja menikmati dongengan itu sebagai hiburan saja. Hihi..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar