Sabtu, 09 Maret 2013

Strategi Politik di Daerah oleh PKS


Hasil Pilkada Jawa Barat telah diumumkan secara resmi oleh KPU Jawa Barat. Hasilnya pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar yang diusung oleh Partai Hanura, PBB, PKS, dan PPP memenangkan pilkada Jawa Barat, jika tak ada sengketa lagi (pasangan Rieke-Teten dan Yance-Tatang mengajukan gugatan ke MK), maka Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar akan dilantik pada tanggal 13 Juni 2013. Selengkapnye perolehan suara pilkada Jabar adalah sebagai berikut : 1. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar memperoleh 6.515.313 suara (32,39%), 2. Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki memperoleh 5.714.997 suara (28,41%), 3. Dede Yusuf-Lex Laksamana memperoleh 5.077.522 suara (25,24%), 4. Irianto MS (Yance) Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim memperoleh 2.448.358 suara (12,17%), 5. Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep N.S. Toyib memperoleh 359.233 suara (1,79%).
Banyak analisis telah dikemukakan oleh pengamat politik, pakar politik, ataupun yang mengaku-aku pakar politik tentang kemenangan Aher-Demiz. Hampir semua pakar mengatakan bahwa PKS tepat dan jitu memasang Deddy Mizwar sebagai "vote getter" bagi Ahmad Heryawan, mencontoh strategi PKS pada pilkada Jawa Barat tahun 2008 yang memasang Dede Yusuf sebagai "vote getter" bagi Ahmad Heryawan.
Deddy Mizwar saat ini terkenal sebagai artis yang karirnya baik dan tanpa cela atau noda, dalam artian belum pernah melakukan perbuatan negatif apalagi pidana, seperti konsumsi narkoba, menipu, selingkuh, kawin lagi, ataupun bertengkar dengan rekan kerja. Sinetron besutannya "Para Pencari Tuhan" memperoleh rating tertinggi berturut-turut selama beberapa tahun di bulan ramadhan. Hal tersebut merupakan poin penting yang menambah nilai plus bagi pasangan Aher-Demiz. Bandingkan dengan sosok Rieke Dyah Pitaloka (Oneng) yang justru mendapat kesan bodoh (oon) akibat perannya dalam sinetron "Bajaj Bajuri" dan sosok Dede Yusuf yang berpindah (loncat pagar) semula dari PAN ke Partai Demokrat, hal tersebut menunjukan dirinya tak lebih dari sekedar kutu loncat, oportunis sejati, yang hanya mementingkan diri sendiri, dan parahnya Dede Yusuf salah perhitungan. Saat ini partai Demokrat sedang gonjang-ganjing kena badai dan halilintar akibat kadernya banyak yang korupsi, baik ketua umum partai Demokrat ataupun kader-kadernya di daerah.
Ahmad Heryawan sendiri dan elit-elit PKS mengatakan bahwa kemenangan Aher-Demiz membuktikan bahwa masyarakat Jawa Barat masih mempercayai PKS secara umum dan Aher secara khusus. Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar diyakini masyarakat Jawa Barat lebih baik dibanding calon gubernur lainnya, masyarakat tidak terpengaruh oleh korupsi yang dilakukan oleh presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq serta kemungkinan kader PKS lainnya dalam korupsi impor daging sapi ataupun korupsi Bank Jabar Banten.
Sebagai penonton saya berpendapat, Aher beruntung memilih Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur. Padahal sebelumnya Deddy Mizwar sama sekali tak tertarik masuk ke dunia politik, ia lebih senang menjadi seniman (bidang yang digelutinya sejak muda). Deddy Mizwar sempat maju mundur untuk bersedia di calonkan oleh beberapa partai politik sebagai wakil gubernur, namun akhirnya PKS berhasil meyakinkan dirinya untuk maju sebagai calon gubernur mendampingi Ahmad Heryawan (gubernur incumben).
Satu hal lagi mohon maaf sebelumnya, tahun 2008 Aher menang karena sosok Dede Yusuf. Tahun 2013 Aher kembali menang dan diyakini karena sosok Deddy Mizwar. Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus dari partai lain, agar mengusung artis yang benar-benar punya nilai jual. Bukan artis yang terkesan oon atau artis kutu loncat dan oportunis. Sosok artis yang punya fans banyak di Jawa Barat adalah komedian Sule. Saya yakin jika Sule yang mendampingi Aher maka perolehan Aher akan mencapai minimal 50% + 1, karena fakta tak bisa terbantahkan yakni : Sule lebih terkenal, lebih sunda, lebih banyak fansnya di Jawa Barat di banding Deddy Mizwar.
Terlepas dari kemenangan pasangan Aher-Demiz, bisa teman-teman bayangkan ? Jika PKS mencalonkan Aher sebagai gubernur dan kader PKS sendiri sebagai wakil gubernurnya, misal walikota depok Nurmahmudi Ismail. Bisa dipastikan perolehan suara mereka akan babak belur tidak akan mencapai 10%.
Tulisan ini bukan didasarkan kebencian akan PKS dan kader-kadernya, tapi lebih ke sisi mengkritisi kebijakan PKS yang menggandeng artis Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur. Apa PKS tak yakin dengan kemampuan kader PKS sendiri sebagai gubernur-wakil gubernur Jawa Barat ? Tampaknya PKS telah belajar dari pilkada DKI tahun 2007, dimana PKS mencalonkan Adang Daradjatun-Dani Anwar sebagai gubernur dan wakil gubernur, hasilnya teman-teman sudah tahu kan ? Adang Daradjatun-Dani Anwar dipecundangi Fauzi Bowo-Prijanto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar