Sabtu, 09 Maret 2013

Akankah Anas Digantung di Monas?


Jika selama ini banyak pihak yg menagih janji Anas untuk menggantungnya di Monas sbg pertanggung jawaban tindakan korupsinya, maka saya melihat bahwa ini adl strategi paling mematikan yg dilancarkan Invisible Hand dlm kasus Hambalang.
Kita tahu bahwa beberapa waktu lalu Anas dgn amat yakin tidak terlibat kasus korupsi Hambalang, bahkan menantang dgn jani gantung di Monas.
Ketika Anas terbukti bersalah dan menggalang rencana untuk menjatuhkan dinasti Cikeas melalui Ibas, maka sesungguhnya justru Anas yg terjebak dlm perangkap yg disediakan sedari awal.
Ya, jika nanti memang terbuktinya Anas sbg pelaku korupsi Hambalang. Bukan tak mungkin akan ada tekanan publik yg menuntut Anas agar digantung di Monas.
Strategi Anas menyeret putra SBY tampaknya sedikit diantisipasi dan Anas terkecoh dgn permainan Sang Penguasa. Lembaran pertama yg membuka lebar2 kasus Anas, mungkin jg adalah akhir dr kisah yg telah dirangkum Anas di panggung politik selama ini.
Meskipun banyak yg beranggapan posisi Anas ada di atas angin krn mengetahui borok dr PD, tak bisa dipungkiri bahwa Blunder gantung di Monas jg melemahkan daya tawar Anas di hadapan publik, dan inilah yg akan dimanfaatkan SBY untuk menyelamatkan dinastinya.
Tawar-menawar sudah dilakukan, dimulai dgn gertakan Century serta Uang Panas Ibas yg dilontarkan Anas. Namun kubu SBY masih dapat menangkisnya, sejauh ini nego untuk pelepasan Anas dan pemutihan keluarga SBY masih berlanjut.
Mungkin jika SBY kalap, bukan tak mungkin akan ada penggiringan yg memaksa Anas berjalan ke Monas, dan saat itulah SBY akan berada paling depan dlm iring2an rombongannya.
Walaupun terkesan lamban dan peragu, tak bisa dilupakan SBY adl salah satu lulusan militer terbaik Indonesia yg tentunya sudah membuat taktik jauh sebelum kakinya mendarat di medan perang. Opsi apapun yg dijalankan Anas, akan membungkam seluruh kasus Hambalang sehingga tak menjalar ke Cikeas. Anas bebas, ada timbal baliknya yg tentu seimbang. Sedangkan jika Anas mati digantung, justru pihak yg paling diuntungkan adl SBY.
Anas tak punya pilihan untuk merangkai suatu strategi balasan lagi apalagi serangan balik kilat. Menarik ditunggu apakah Anas tetap akan membacakan naskah dlm bukunya halaman per halaman, atau justru Anas akan melakukan Kamikaze politik bersama rekannya yg terlebih dulu jadi pesakitan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar