Sabtu, 02 Maret 2013

Babak Baru Anas di KPK


“Ini adalah babak baru!! Ini masih pada halaman I, masih ada halaman-halaman berikutnya”, demikian pernyataan Mantan Ketum PD Anas Urbaningrum dalam konfrensi persnya sehari setelah ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK dalam Korupsi Proyek Hambalang. Selain itu, pernyataan Anas yang lain yang dianggap sebagai bentuk perlawanan adalah dalam Kongres PD di Bandung, “saya adalah bayi yang tidak dikehendaki lahir”, demikian ujarnya.
Dari apa yang dinyatakan oleh Anas dalam konfrensi persnya sangat banyak mengandung makna dalam posisi pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum. Namun, dari itu semua Anas memang “the rising star” dalam PD. Jujur saya akui, mantan Ketum HMI ini memang tokoh muda yang layak dalam posisi politik tertinggi dalam sebuah partai politik.
Namun, apa yang dilakukannya sebelum menjadi Ketum PD adalah suatu kenistaan dalam proses politik yang namanya Demokrasi. Karena hakekatnya Demokrasi adalah suatu pencapain cita-cita kebangsaan yang bersih. Bebas dari segala tuduhan dan keterlibatan dalam politik uang!!
Proyek Hambalang merupakan titik awal masuknya politik uang tersebut di dalam PD ketika Anas Urbaningrum menjadi Ketua Fraksi PD. Fraksi terbesar dengan para politisi yang hampir semuanya masih tergolong “hijau” dalam dunia politik. Dalam setiap pembicaraan anggaran sampai pada tahap realisasi pembangunan, tentunya Anas sebagai Ketua Fraksi sangat mengetahui jumlah angka dalam setiap APBN yang ada di dalamnya. Pilihannya kemudian adalah Anas harus mencari siapa yang dapat mengelola anggaran Hambalang ini. Dan itu jatuh kepada M. Nazarudin. Bersamanya dengan beberapa tokoh lainnya dari PD, skenario pun dibangun untuk meloloskan beberapa kontraktor dalam proyek tersebut.
Saya sangat berkeyakinan, terlepas dari dia korupsi atau tidak, Anas pasti mengetahui apa yang terjadi dalam kongkalikong proyek-proyek di DPR ketika dia masih menjabat sebagai Ketua Fraksi di DPR.
Saya ingin menyatakan Selamat Kepada Anas Urbaningrum karena telah mengundurkan diri sebagai Ketum PD. Ini artinya apa? Dengan berbagai pernyataan yang dilontarkan dalam konfrensi persnya saat pengunduran dirinya sbg Ketum, Anas banyak menyiratkan suatu hal yang banyak dia ketahui. Asumsi saya, ya minimal Anas mengetahui soal-soal kongkalikong beberapa proyek-proyek anggaran di DPR, termasuk Hambalang. Selain itu, Anas tentunya mengetahui kemana saja aliran dana hambalang yang mencapai trilyunan tersebut mengalir. Dan jangan lupa juga, Anas paham betul Pilpres 2009 itu bagaimana, sampai terjadinya kriminalisasi terhadap Antasari Azhar sebagai Ketua KPK, ketika ingin membongkar kasus Pengadaan IT jelang pilpres 2009. Maka, ketika pilihan politik Anas tiba, PD adalah pilihannya bersama Andi Nurpati yang pernah bersama-sama “bekerja di KPU untuk SBY” menjadi Presiden utk Periode ke II.
Dengan demikian, jika dikaitkan dengan pernyataan Anas dalam konfrensi persnya Sabtu kemarin bukan hal yang mustahil jika Anas tidak mengetahui semua sepak terjang PD sejak Anas masih di Komisi Pemilihan Umum khususnya jelang Pilpres 2009. Sehingga pernyataan demi pernyataan ditata secara konsisten sampai pada, “ini babak baru!!. Masih ada halaman-halaman berikutnya yang akan saya nyatakan kemudian”.
Apa yang dinantikan oleh Rakyat, yakni kejujuran dan keterbukaan dalam setiap gejolak politik khususnya korupsi yang banyak melibatkan tokoh-tokoh politik nasional. Dan Anas, memegang momentum itu!!
Dalam perang, seorang tentara dipastikan mati!! Tapi dalam politik, seseorang bisa mati berkali-kali dan kemudian bangkit kembali!! Hal ini menyiratkan bahwa dalam politik, semua kemungkinan dipastikan akan terus berlangsung selama orang tersebut mampu memainkan peran-peran strategisnya.
Nah, dalam kasus Anas, idiom ini berlaku!! Jika saja Anas mampu dan berani mengungkapkan semua hal yang dia ketahui tentang aliran dana Proyek Hambalang dan sebagainya, opini masyarakat akan berbalik menguntungkan dirinya. Lihat saja Nazarudin, walaupun posisinya juga sebagai pesakitan, namun dia telah mengungkapkan semua keterlibatan para koruptor yang terlibat dalam kongkalikong proyek Hambalang. Dan opini masyarakatpun saat ini ada di sisinya, pasca Anas dijadikan TSK KPK berkat nyanyian-nyanyiannya.
Anas adalah tipikal yang mampu mengkonsolidir kekuatannya, saya menyakini sekali Anas akan melakukan perlawanan terhadap SBY & KPK dengan gaya dan stylenya.
Tapi, jika perlawanan itu berhasil dinegasikan oleh kekuatan-kekuatan politik yang hari ini sedang berkuasa, tentunya Anas akan menjadi bulan-bulanan atau sebaliknya. Dan saya yakin sekali, jika ini dilakukannya SBY akan jatuh sebelum 2014. Maka, saat ini momentum ini milik Anas, mau menjadi Pecundang!! atau Pahlawan!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar