Selasa, 12 November 2013

Urgensi Mempelajari Sosiologi Pendidikan Bagi Calon Guru

Dalam proses sosialisasi pendidikan bisa terjadi kendala atau hambatan, hal ini dikarenakan terjadinya kesulitan komunikasi dan adanya pola kelakuan yang berbeda-beda atau bahkan bertentangan. Setiap orang atau individu harus berusaha menguasai kondisi semaksimal mungkin dengan tuntutan lingkungannya termasuk di sekolah. Sebab kegagalan dalam proses sosialisasi dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Kesulitan demi kesulitan dapat timbul sebagai akibat modernisasi, industrialisasi, urbanisasi maupun teknologi. Sementara setelah masuk sekolah banyak anak yang susah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi aturan-aturan sekolah yang berlaku dan penuh formulatif. Tidak sedikit anak yang pada masa awal sekolah minder bahkan menangis karena belum dapat menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang baru, untuk itulah secara berangsur-angsur sosialisasi disekolah harus dapat dilakukan oleh anak disamping guru atau calon guru sekalipun juga harus menyesuaikan diri dengan tuntutan kondisi sekolah.

Francis Bron mengatakan bahwa sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh lingkungan budaya sebagai tempat dan cara mengorganisasi pengalamannya. Sedangkan S.Nasution juga mengatakan bahwa di dalam sosialisasi/Sosiologi Pendidikan merupakan ilmu yang berusaha mengetahui cara mengendalikan proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan kepribadian yang lebih baik. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan beberapa konsep tujuan Sosialiasasi dalam Sosiologi Pendidikan, yang pertama menganalisis proses sosialisasi anak baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat, kedua menganalisis perkembangan dan kemajuan social, ketiga memberikan kepada guru-guru termasuk para peneliti dan siapapun yang terkait dalam bidang pendidikan. Alhasil sosialisasi pendidikan adalah analisis ilmiah atas proses social dan pola-pola social yang terdapat dalam system pendidikan.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa saat sekarang masyarakat sedang mengalami perubahan yang sangat cepat, progresif dan kerapkali menunjukkan gejala “desintegrasi” artinya berkurangnya kesetiaan terhadap nilai-nilai. Maka sosialisasi dalam Sosiologi Pendidikan diharapkan mampu menyumbang pemikiran untuk ikut memecahkan masalah pendidikan yang fundamental.

Maka menurut hemat saya:

1. Sosiologi pendidikan sangat penting untuk diajarkan dalam PAI karena bertujuan agar pendidik mampu memahami masyarakat dan seluruh latar belakang sosial tempat dimana peserta didik tinggal serta pendidik mampu memberikan pengajaran yang sesuai dan efektif sehingga peserta didik mampu memahami apa yang telah disampaikan oleh pendidik.

2. Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara semua pokok masalah antara proses pendidikan dan sosial. jadi sangat penting sekali mempelajarinya terutama untuk calon guru karena guru tidak hanya menguasai dan mengajarkan materi saja tapi juga dituntut mengetahui perilaku siswanya agar guru dapat mengetahui kemauan dan kebutuhan siswa sehingga materi dapat dipahami peserta didik dengan mudah.

3. mempelajari sosiologi sangatlah penting apalagi mempelajari sosiologi pendidikan karena sama halnya dengan mempelajari semua tingkah laku gejala-gejala yang berhubungan dengan masyarakat. oleh karena itu kita sebagai calon guru harus bisa memahami semua hal yang berada disekitar kita baik masyarakat peserta didik, lingkungan dan sebagainya. dengan mempelajari sosiologi pendidikan seseorang bisa mengetahui dan meahami orang lain. semua ini dapat dilakukan dengan interaksi, pergaulan sosial dan lainnya. dengan demikian menguasai sosiologi pendidikan sangat penting karena ilmu ini membahas tentang proses interaksi sosial anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi-kodisi sosiokultural yang terdapat di dalam masyarakat.

4. pokok permasalahan yang ada dalam sosiologi pendidikan sangatlah banyak, yang kebanyakan menyangkut pendidikan itu sendiri dan masyarakat. jadi saya sangat setuju bahwa untuk mempelajarinya kita tak bisa lepas dari kita harus mempelajari masyarakat itu sendiri yang dapat dilakukan melalui beberapa metode seperti pendekatan individu, pendekatan sosial, pendekatan interaksi dan pendekatan fungsional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar