Selasa, 12 November 2013

Perkembangan Sosiologi Prancis Kontemporer

Prancis menjadi tanah kelahiran sosiologi sejak era Auguste Comte, Emile Durkheim, Louis Althusser, Michel Foucault, Pierre Bourdieu, Jean Baudrillard, Alan Touraine, Raymon Boudon, Raymond Aron, Jean-Claude Passeron. Pengaruh dan posisi teoritik serta metodologis Durkheim sangat kuat dalam tradisi sosiologi Prancis. Secara massif terjadi reproduksi Durkheimian dalam sosiologi Prancis dan Eropa. Di Prancis, referensi-referensi klasik dan kontemporer sosiolog Prancis tersimpan rapi dalam ratusan perpustakaan universitas. Kekayaan referensi ini tentu saja memperkuat khazanah sosiologi Prancis. Saya menyebutnya dengan ‘’surganya sosiologi’’. Untuk menghargai peran dan kontribusi Durkheim didirikan Centre Émile Durkheim yang terdapat di Sciences Po Bordeaux et de l’Université Bordeaux Segalen. Bordeaux adalah kampus pertama Durkheim menjadi dosen.

Semua disiplin sosiologi tumbuh subur dalam tradisi sosiologi di Prancis.Muncul berbagai kajian dan perspektif baru dalam ruang akademik.Berbagai kajian baru tersebut lahir melalui publikasi jurnal, buku, riset yang semakin memperkaya sosiologi Prancis.Beberapa kajian yang sudah banyak seperti Sosiologi Politik, Sosiologi Agama, Sosiologi  Pendidikan, Sosiologi  Industri, Sosiologi Hukum, Sosiologi Perkotaan. Kajian tersebut sudah sangat kuat dalam berbagai ruang diskusi. Di luar kajian-kajian itu, muncul dan berkembang juga berbagai  studi baru seperti: Sociologie de l’architecture, Sociologie de l’alimentation, Sociologie de l’art, Sociologie de l’Emploi, Sociologie de l’immigration, Sociologie de l’Organisation Sportive, Sociologie de la Bourgeoisie, Sociologie de la Consommation, Sociologie de la Lecture, Sociologie de la Négociation, Sociologie de la Prison, Sociologie de Paris, Sociologie des Cadres, Sociologie des Changements, Sociologie des Chômeurs, Sociologie des Comportements Sexuels, Sociologie des Employés, Sociologie d’Entreprise, Sociologie des Mouvements, Sociologie des Organisations, Sociologie des Relations Professionnelles, Sociologie des Réseaux Sociaux, Sociologie des Syndicats, Sociologie du Crime, Sociologie du Droit, Sociologie de SIDA (AIDS),Sociologie du Sport, Sociologie du Travail, Sociologie et Anthropologie de Marcel Mauss, Sociologie de l’École, Sociologie de l’Étudiant, Sociologie Historique du Politique. Sociologie des Publics, Sociologie des Relation Internationales, Sociologie de Durkheim. Ibarat supermarket, semua studi dan kajian sosiologi ada dan dibahas dalam ruang sosiologi Prancis.

Tidak kalah pentingnya juga, profesor sosiologinya juga sangat ahli di bidangnya masing-masing.Mereka memiliki kedalaman dan keahlian sesuai dengan fokus kajiannya masing-masing.Tidak sulit untuk mencari bibliografi atau riwayat hidup para professor sosiologi tersebut. Semua tersedia lengkap di situs resmi universitas, fakultas, institu maupun laboratorium tempat bekerjanya. Dengan membaca riwayat hidup dan bibliografinya, kita akan mengetahui keahlian apa saja atau fokus riset apa saja yang dilakukan seorang professor. Hal ini sangat penting jika kita ingin mencari professor yang bisa menjadi pembimbing disertasi kita.

Beberapa kelebihan studi sosiologi di Prancis diantaranya (1) bisa mendalami sosiologi hingga akar-akarnya secara mendalam, (2) bisa mengkaji berbagai referensi primer sosiologi Prancis yang berbahasa Prancis. Kelebihan tak bisa didapatkan di negara-negara lain karena faktor keterbatasan referensi yang berbahasa Prancis, (3) memiliki perpustakaan yang terkoneksi di setiap universitas dalam satu kota, terkoneksi dengan perpustakaan seluruh Prancis hingga memiliki jaringan dengan universitas di Eropa, (4) tentu saja kelebihan yang tidak bisa didapatkan di negara lain yaitu mendapatkan sense dan ideologisasi sosiologi secara lebih mendalam.

Studi sosiologi di Prancis dengan supervisor professor sosiologi Prancis, akan mendapatkan kedalaman sosiologi yang genuine.Professor sosiologi Prancis sekarang adalah banyak yang pernah menjadi murid-murid dari sosiolog-sosiolog Prancis  sebelumnya seperti murid Durkheim, Althusser, Bourdieu, Foucault, Aron, Boudon. Jika Anda studi sosiologi di Prancis dengan supervisi seorang professor sosiologi Prancis, maka Anda akan menjadi generasi kesekian dari murid-muridnya. Dengan menjadi  murid generasi ke sekian, maka Anda akan menjadi “murid ideologis” dari Durkheim,Foucault,dll tergantung subjek kajiannya.Professor saya  yang membimbing disertasi adalah generasi sosiolog setelah Durkheim dan Bourdieu dalam sosiologi pendidikan.Saya bangga dibimbingnya. Secara tidak langsung, kebanggaan saya karena menjadi ”murid ideologis” Durkheim. Saya mendapatkan pengkayaan ”ngaji” pemikiran-pemikiran Durkheim dan Bourdieu.Inilah indahnya sosiologi Prancis. Sebagai ”beruf” dari murid ideologisnya Durkheim,buku ketiga saya akan terbit yang berjudul “Sosiologi Pendidikan Emile Durkheim”.Insya allah terbit awal 2014.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar