Minggu, 16 November 2014

Globalisasi Kebudayaan Korea Selatan di Indonesia | Gusnia Syukriyawati

Globalisasi merupakan suatu proses dari gagasan yang di munculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Kemudian pengertian dari kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam fikiran manusia, sehingga kebudayaan itu bersifat abstrak.
Trend budaya Korea Selatan atau yang biasa disebut dengan Korean Wave belakangan ini memang sedang banyak digemari oleh masyarakat di beberapa negara Asia, maupun mancanegara. Salah satu penyebar Korean Wave terjadi karena bermunculan  boyband dan girlband. Wajah yang rupawan, gaya yang keren dan trendy, penampilan yang menarik, dan didukung musik yang nyaman didengar serta didukung dengan tarian yang bertenaga menyebabkan banyak remaja Indonesia menyukai boyband dan girlband Korea Selatan tersebut, seperti boyband “ EXO ” dan girlband “ SNSD“ yang sekarang banyak digemari masyarakat karena berwajah rupawan dan multitalenta.
Korean Wave sendiri tidak hanya terjadi dalam budaya musiknya saja, bahkan drama  Korea Selatan juga tidak jauh dari perhatian masyarakat saat ini. Kisah cinta yang romantis, didukung dengan para pemain (aktris dan aktor) dan alur cerita yang menarik adalah daya tarik drama Korea Selatan itu sendiri.
Selain itu, gaya berpakaian modern Korea Selatan sekarang sedang menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia, saat ini sudah banyak toko pakaian yang menjual pakaian modern yang sedang menjadi trend di Korea Selatan. Masyarakat menyukai pakaian tersebut karena model pakaian tersebut yang simple dan juga terlihat bagus.
Makanan khas dari Korea Selatan juga menjadi perhatian masyarakat, makanan Korea Selatan yang cenderung pedas dan kaya akan rempah–rempah ini, cocok dengan lidah orang Indonesia, seperti halnya kimchi, mie ramen, bulgogi, kue beras, baso ikan dan juga cemilan khas Korea Selatan. Sekarang ini  sudah tidak  jarang lagi kita menjumpai rumah makan yang menjual kuliner khas Korea Selatan. Bahkan sekarang di televisi Indonesia juga menampilkan iklan produk biskuit dari Korea Selatan dengan bintang iklan dari aktor Korea Selatan.
Dengan adanya Korean Wave, wisata di Korea Selatan juga banyak menjadi tujuan wisata yang paling diinginkan untuk sebagian orang untuk saat ini. Berkembangnya Korean Wave di Indonesia merupakan perwujudan globalisasi dalam dimensi komunikasi dan budaya. Jika Korean Wave tidak disertai dengan apresiasi terhadap kebudayaan nasional, maka akan terjadi bergesernya nilai kebudayaan nasional menjadi budaya marginal (pinggiran).
Kalangan remaja merupakan kalangan terbesar penerima Korean Wave  di Indonesia. Padahal, remaja merupakan tonggak pembangunan nasional. Jika remaja sekarang sudah tidak mengenal kebudayaannya sendiri, maka kebudayaan nasional dapat mengalami kepunahan dan berganti dengan kebudayaan baru yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kepribadian asal negara Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus mewaspadai dampak negatif yang muncul akibat dari Korean Wave agar kebudayaan asli Indonesia masih memiliki nilai budaya yang tinggi di mata masyarakat Indonesia.

Korean Wave sudah menjadi fenoma yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat Indonesia. Para penggemar Korean Pop maupun Korean Drama secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi beberapa hal mulai dari style baju, life style, karakteristik pasangan hidup hingga ketertarikan akan bahasa Korea Selatan. Ketertarikan pada artis Korea Selatan bukanlah ketertarikan interpersonal timbal balik melainkan ketertarikan satu arah. Namun, ketertarikan ini tetap sedemikian besarnya dan menimbulkan hysteria karena para idola tersebut memiliki wajah yang rupawan.
Daya tarik ini disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Internalnya adalah karena kepribadian para remaja yang masih belum stabil sehingga masih mencari-cari role model yang diinginkan. Hebatnya gelombang Korean Wave  mau tak mau juga melanda kepribadian mereka. Selain itu kebutuhan akan pertemanan pada remaja juga menyebabkan munculnya komunitas-komunitas penggemar artis Korea Selatan tersebut. Dari segi eksternal, penyebab terjadinya fenomena Korean Wave  juga karena pengaruh industri musik atau drama yang terus menerus mengimpor seni hiburan asal Korea Selatan masuk ke dalam tontonan Indonesia sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat.
 
Daftar Rujukan
BBC News. South Korea Profile. (online). (http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-15289563), diakses pada tanggal 13 Desember 2013.
J, Nye. 2009. South Korea’s Growing Soft power, Projectsyndicate (online)  (http://www.projectsyndicate.org/commentary/nye76), diakses pada tanggal 14 Desember 2013.
KBS World. 2009. Cara Mempromosikan Ekspor Konten Budaya Korea. (online) (http://world.kbs.co.kr/indonesian/news), diakses pada tanggal 14 Desember 2013.
KBS World. 2009. Keputusan pemerintah untuk memberi dukungan penuh terhadap globalisasi pengaruh budaya Korea (online) (http://world.kbs.co.kr/ indonesian/news/news_issue), diakses pada tanggal 14 Desember 2013.
KOCIS. 2010. Korean wave. (Online) (http://www.korea.net/Government/ Current-Affairs/Korean-Wave?affairId=209). Diakses pada tanggal 13 Desember 2013.
Ministry of Foreign Affairs and Trade. 2011. Diplomatic White Paper 2011. Republic of Korea. Hal. 91.
VOA News. 2006. Asia Goes Crazy Over K-Pop. (online) (http://english.chosun.com/site/data/html_dir/2006/01/07/2006010761003.html), diakses pada tanggal 14 Desember 2013
Yudhantara, Reza Lukmanda. 2011. Politik dan Pemerintahan Korea. Yogyakarta: UGM Press. Hal. 183.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar