Senin, 12 Agustus 2013

Prabowo Subianto : Kalau Orang-orang Baik Diam Saja, Apa Jadinya Bangsa Indonesia

Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan selalu mengatakan : ”Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ? Mari kita wujudkan Indonesia yang bersih, kuat, aman, bermartabat dan berdikari”. Selanjutnya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menegaskan : ”Karena kalau orang-orang baik diam, bangsa Indonesia akan selalu ditindas oleh bangsa lain". Karena jika kita tidak mau terlibat di politik, jika kita tidak aktif mengajak teman, saudara, kerabat kita untuk peduli, artinya kita membiarkan negara kita menjalankan sebuah sistem ekonomi yang kita kenal sebagai “neoliberalisme” atau pasar bebas yang kebablasan.

Nah sekarang timbul pertanyaan, siapa orang-orang baik itu.  Menurut hemat saya, orang baik paling tidak bisa dideskripsikan sebagai berikut : tidak bermasalah dengah hukum, orang merasa nyaman berada didekatnya, dalam kapasitas apapun dia selalu bekerja dengan sepenuh hati dan tekun (profesional). Untuk sementara itulah kriteria orang baik.

Anda boleh menambahkan, namun paling tidak orang baik itu ada dimana-mana. Bisa saja dia ada di eksekutif, legislatif, yudikatif atau di perusahaan swasta ataupun di perguruan tinggi. Bisa jadi orang baik itu adalah menteri, anggota DPR, hakim, mahasiswa, petani, nelayan, ibu rumah tangga, dan seluruh warga negara Indonesia baik yang di luar negeri maupun di dalam negeri. Jadi Anggota DPR, Pejabat Pemrintah, Militer/Polisi, PNS masih banyak yang baik, kalaupun ada pejabat publik itu yang tersandung masalah pelanggaran hukum, maka kita beri gelar mereka dengan oknum.

Demikian juga pejabat birokrasi, masih banyak orang-orang baik yang memenuhi tiga kriteria diatas. Namun patut disayangkan mereka saat ini berada dalam suatu sistem pemerintahan yang korup. Mungkin pada awalnya orang-orang baik itu berniat akan bekerja dengan sepenuh hati membangun bangsa, tetapi karena mereka berada di dalam suatu sistem bisa jadi lama kelamaan mereka terkontaminasi. Apabila saat ini masih ada pegawai negeri yang tetap istiqomah memegang janji sumpah jabatan maka kualitas pejabat ini sungguh luar biasa. Ini dia orang-orang baik yang masih bisa diharapkan bekerja mambangun kembali Indonesia Baru.

Oleh karena itu himbauan Prabowo Subianto mengajak orang baik berkiprah dalam arti jangan diam saja adalah suatu ajakan mulia. Ditinjau dari sisi kebangsaan maka semua warga negara yang baik harus bergegas bertindak sebagai wujud kepedulian untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata Dunia Internasional. Ajakan Prabowo agar orang baik berpartisipasi tersebut dimaksudkan untuk bersama melaksanakan suatu perubahan mendasar dalam sistem birokrasi Pemerintahan Indonesia. Ya sistem harus diubah karena lambat laun sistem yang korup akan merusak para pelaku sistem sekuat apapun orang tersebut. Sistem Birokrasi yang baik meliputi transparan dan akuntabel harus dikelola oleh orang baik. Orang baik itu adalah anda pembaca tulisan ini.

Orang baik harus bergerak, jangan diam saja. Dalam sistem Pemilu seorang warga yang ingin berpartisipasi aktif harus mempunyai kendaraan politik. Bergabung dengan salah satu parpol adalah wujud dari penggunaan hak pilih yang bertanggung jawab. Negeri ini akan semakin rusak dan terpuruk apabila kita berpangku tangan melihat orang-orang yang hanya mempunyai niat kekuasaan kembali berkuasa di negeri tercinta. Orang baik harus segera bergabung untuk mewujudkan pemerintahan bersih  yang mampu membersihkan.

Kita tidak ingin negeri ini dikuasai lagi oleh orang-orang yang menganut sistem ekonomi "neoliberalisme" membuka jalan agar kekayaan bangsa kita terus mengalir ke luar negeri. Membenarkan sebagian besar kekayaan bumi kita sudah dikuasai oleh perusahaan asing, dan terus diambil dan dikirimkan ke luar negeri. Membiarkan putera dan puteri bangsa Indonesia dibiarkan hanya menjadi kacung di negeri sendiri.

Orang baik akan menjadi semakin baik apabila dirinya bermanfaat bagi orang banyak. Bermanfaat dari sisi demokrasi dalam arti berperan aktif mengikuti setiap perkembangan politik yang terjadi di negeri ini. Kemudian menentukan pilihan yang tepat dalam memberikan suara untuk Partai Politik yang mengusung perubahan mendasar bagi negeri ini. Apabila anda telah melakukan gerakan perubahan maka sempurnalah jati diri anda dalam hidup dan kehidupan sebagai warga negara Republik Indonesia. Apapun profesi anda dari rakyat biasa sampai kepada warga yang saat ini bekerja di lapangan kerja apapun, anda adalah orang baik.  Mari bersama kita menciptakan Indonesia Baru yang bermartabat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar